Cari Blog Ini

Rabu, 24 Agustus 2016

MENTAL PECUNDANG vs MENTAL PEMENANG

MENTAL PECUNDANG

YOGYAKARTA- (25/8/2016) Saya ingin mengomentari stts FB saudara Kamaruddin Simanjuntak, SH, Advokat Jakarta, yg diunggah pd 19 Agustus 2016 pk 07.39, dg judul *Polisi Republik Indonesia Swasta*. Dia menceritakan ttg seorang pria yg membantu mengatur lalulintas di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tepatnya di pertigaan ganda, mendekati jembatan menanjak fly over Kemanggisan,  di Jalan Arjuna Utara.

Sbg konsultan dan wartawan, sy mengapresiasi tulisan tsb. Namun nampak sekali bahwa sdr Kamaruddin Simanjuntak, SH tdk fair dan tdk obyektif dlm mengulas sosok pria pengatur lalu lintas tsb, qt sering menyebutnya "Pak Ogah". Tulisannya tendensius dan memojokkan institusi Polri.

Sbg pembanding, sy jg memiliki pengalaman pribadi ttg sosok Pak Ogah spt yg diceritakan sdr Kamaruddin Simanjuntak. Sy tinggal di kawasan Depok. Utk smp ke kantor di bilangan Tebet, seringkali sy melewati sepanjang Jalan Juanda, Margonda, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran hgg Tebet. Di sepanjang jalan tsb ada bbrapa gang dan celah trotoar di tengah jalan utk putar arah yg dijaga satu dua Pak Ogah.

Keberadaan para Pak Ogah ini memang membantu, tp kadang mereka terasa curang dan arogan dg lebih mengutamakan pengendara yg belok ato putar arah dr pd pengendara yg ambil jalan lurus, dipastikan krn tips yg diterima.

Dr sekian banyak Pak Ogah yg ada di kawasan Jabodetabek, brp yg tulus sungguh2 membantu, dan brp yg krn motif ekonomi? Bahkan di bbrp tempat, kumpulan Pak Ogah ini diorganisir oleh para mafia ato preman setempat yg menguasai titik2 tertentu, dan pembagian kerjanya model sift.

Aparat kepolisian bukannya tdk tau soal keberadaan mereka. Dg alasan keterbatasan personil polantas dan faktor penghidupan, maka keberadaan para Pak Ogah tsb sengaja dibiarkan. Bahkan di bbrp tempat dibina dan dikontrol, mereka biasa disebut Bantuan Polisi (Banpol). Nanti kalau dihilangkan sama sekali komentar masyarakat akn negatif thd polri, "Orang cari uang kug dilarang", "Mematikan sumber penghidupan masyarakat", dsb. Serba salah.

Mana yg lebih banyak? Pak Ogah yg tulus membantu pengguna jalan, ato Pak Ogah yg memanfaatkan kesempatan dlm kemacetan, spt yg sering terjadi dlm proyek perbaikan jalan dan jembatan? Satu Pak Ogah baik menutup ratusan Pak Ogah nakal yg kadang menggunakan hasil pendapatannya utk miras dan lainnya.

Sementara, mana yg lebih banyak? Polisi yg nakal dan curang dibanding polisi baik dan jujur yg bekerja sungguh2 melayani masyarakat. Brp kali Anda mengalami dan menemui polisi yg bertindak nakal? Satu polisi jahat menutup ribuan polisi baik yg bekerja dan ttp terjaga di saat masyarakat terlelap.

Kemudian soal, polisi yg istrahat di warung ato berteduh di bawah pohon. Brp menit Anda melihat mereka beristirahat dan brp menit Anda melihat mereka berpanas2an bercampur asap knalpot, mengatur lalulintas, sementara Anda nyaman adem di mobil ber-AC ?

Lalu berkaitan dg polantas yg spt ngumpet utk menjebak pelanggar lalu lintas. Brp kali Anda melihat yg spt ini? Cara tsb mungkin salah, tp seandainya Anda tertib dg surat2 kendaraan lengkap, memakai jalan dg benar apakah Anda akan ditilang? Yg takut dan merasa terjebak adl mereka yg melanggar. Orang salah masih membela diri dg menanyakan surat tugas, papan razia, form biru dsb.

Sdr Kamaruddin Simanjuntak pasti sering melancong ke luar negeri. Lihat di Malaysia, Eropa dan Amerika. Di negara2 tsb bukan lagi polantas yg sembunyi, tp CCTV yg tersembunyi yg mengawasi pengguna jalan. Setiap pelanggan akn dikenakan denda yg ditambahkan pd saat membayar pajak, ato tagihan surat tilang dianter ke rumah. Apakah masyarakat Indonesia sdh siap?

Ttg polisi yg terkesan obral surat tilang dan suka jalan damai 86 di jalan. Terus terang saja, siapa yg memulai? Bukankah kebanyakan org Indonesia suka melanggar peraturan lalulintas? Lihat saja jalur busway yg penuh spd motor dan mobil pribadi. Masyarakat qt sgt rendah kesadaran berlalu lintas nya. Ketika mereka kena tilang, reaksi pertama adl "ngeyel" dan membeli diri. Jk sdh mentok mereka menolak sidang dan menawarkan damai di tempat. Mental Pecundang...😫

Sdr Kamaruddin Simanjuntak mengkritik habis institusi kepolisian, tp lupa bercermin pd profesi nya. Mungkin benar, banyak oknum polisi yg bs disuap dan memainkan pasal. Tp siapa yg memulai? Bukankah kebanyakan pengacara yg memulai lobi ke para penyidik utk meringankan hukuman kliennya, kalo perlu membebaskan sama sekali.

Bahkan ketika kasus sdh smp di meja persidangan, ketika polisi sdh tdk bs berbuat apa2, para advokat masih giat melobi jaksa dan hakim utk memenangkan kliennya. Jujur saja, apa motif sesungguhnya para advokat. Memang masih ada advokat yg jujur dan baik, tp berapa? Bandingkan dg advokat yg memiliki prinsip "Maju Tak Gentar Membela yang Bayar". Bukankah parameter kehebatan seorang advokat adl ketika ia memenangkan perkara? Makin sering menang, makin mahal tarifnya.

Dg memanfaatkan celah kelemahan hukum materiil, seorang advokat bs membebaskan seseorang, meski benar2 tlah melakukan tindak pidana. Ketika tdk ada saksi dan barang bukti yg mencukupi, maka bebaslah terdakwa dr ancaman penjara.

Kebanyakan pengacara yg merayu dan menyuap para penyidik, tp mereka yg kemudian menjelek2an institusi kepolisian. Manis di depan, menggunting di belakang. Bukankah ini yg disebut Mental Pecundang...

Menolak suap dianggap kaku dan tdk mau kompromi, menerima suap disebut rakus dan makan uang haram. Hadehhhhh...

Akhirnya, sy mengajak seluruh anak bangsa, apapun profesi nya, baik itu anggota polisi, advokat, masyarakat, PNS, mulailah perbaiki diri sendiri, koreksi diri sblm mencaci maki, berkomitmen lah pd profesi qt, jgn saling menyalahkan dan melemahkan, setiap qt punya kontribusi yg sama utk merusak ato memperbaiki bangsa ini.

Mari bergandengan tangan, bahu membahu utk Indonesia yg lebih baik. 71 th sudah atas nama bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta membaca teks proklamasi. Sdh saatnya Indonesia mjd bangsa yg besar, maju dan bermartabat. MERDEKAAA...

#71thRIkerjaNyata #SaveNKRI #PolriKerjaNyata

Salam Kemerdekaan (Arief Yuswandono /Bharindo News).

Quoate of The Day

MUTIARA KATA

● Jika kita memelihara kebencian/dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis begitu saja dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.

● Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk membantunya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aib-nya.

● Bukan gelar, jabatan dan kekayaan yang menjadikan orang menjadi mulia, jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah.

● Ciri seseorang pemimpin itu baik akan Tampak dari : kematangan Pribadi, buah Karya, serta Integrasi antara kata dan perbuatannya.

● Jika kita belum bisa membagikan harta atau membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan karena Hal itu akan menjadi tauladan.

● Jangan pernah menyuruh orang lain untuk berbuat Baik, sebelum menyuruh diri sendiri, awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari diri kita sendiri.

● Pastikan kita sudah melakukan yang terbaik dan beramal hari ini, baik dengan : Materi, dengan Ilmu, dengan tenaga, atau minimal dengan senyuman yang tulus.

● Para pembohong akan dipenjara oleh kebohongannya sendiri. Orang yg jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

● Bila memiliki banyak harta, maka Kita lah yang akan menjaga harta namun jika kita memiliki banyak ilmu, maka Ilmu lah yang akan menjaga kita.

● Bila hati kita bersih, tak ada waktu untuk berpikir licik, curang, atau dengki, sekalipun terhadap orang lain.

● Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas adalah bagian dari hati.

● Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri.

● Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita, tapi yg kita tahu adalah kematian itu pasti datang dan  seberapa banyak bekal yang kita miliki untuk menghadapinya..

Semoga bermanfaat untuk kebaikan
Aamiin. ..

#71thRIkerjaNyata #PolriBagiNegeri

Kiriman Suhartono via Grup WhatsApp Polda Jatim

Selasa, 23 Agustus 2016

KeluargaKu = SorgaKu

KeluargaKu = SorgaKu

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak..

Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku..
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali

Sumber : status fB Anita gumira asih

Minggu, 21 Agustus 2016

1 Keburukan Menutupi 9 Kebaikan

1 Kesalahan Menutupi 9 Kebenaran

Yogyakarta- (22/8/2016) Suatu hari pak guru menulis ini di _whiteboard_ :

9×1=7
9×2=18
9×3=27
9×4=36
9×5=45
9×6=54
9×7=63
9×8=72
9×9=81
9×10=90

Ketika pak guru telah menyelesaikan tulisannya, ia kemudian menatap para muridnya. Tak lama setelah itu mereka mulai menertawakannya. Hal itu, karena hasil perhitungan yang paling atas adalah *salah*.

Kemudian pak guru  berkata :

*_"Saya sengaja menulis  hasil perhitungan yang salah, dengan satu tujuan. Yakni, saya ingin kalian belajar sesuatu dari kejadian ini._*

*_Saya ingin kalian tahu bagaimana dunia ini memperlakukan kita. Kalian kan sudah melihat bahwa saya menuliskan hal yang benar sebanyak 9 kali. Tapi tak ada satupun dari kalian yang memberi selamat atau pujian kepada saya. Kalian malah menertawakan saya hanya untuk satu kesalahan saja."_*

Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal hal baik yang kita lakukan jutaan kali sekalipun.

Hidup ini justru akan mengkritisi satu saja kesalahan kecil yang kita lakukan.

*Tapi kita tak perlu berkecil hati. Teruslah melangkah.* 
Jangan takut berbuat salah. Jangan risaukan apa yang akan orang lain katakan tentang kita.
Jadikan kesalahan sbg pembelajaran dan perbaikan kualitas yg lebih baik.

Sahabat Tri Brata di seluruh Indonesia, sadarilah dan mengertilah bahwa sebesar apapun kebaikan dan pengorbanan Anda, akn tertutup dg satu kesalahan yg Anda perbuat. Masyarakat menuntut *polisi tdk boleh salah*, padahal salah adl sifat manusia. Sementara polisi jg manusia yg punya rasa dan punya hati.

Ttplah semangat dan ikhlas melayani dan mengayomi, yakinlah bahwa tugas Anda suci dan mulia.

_selamat berawal pekan_

Semoga Allah SWT senantiasa memberi hidayah kita sehingga sukses dan berkah bisa Bertumbuh Terus.

#71thRIkerjaNyata #PolriBagiNegeri

Salam Kemerdekaan (Arif Yuswandono /Bharindo News)

Jumat, 19 Agustus 2016

Prajurit Bhayangkara Meriahkan Klaten Batik Carnival 2016

Prajurit Bhayangkara Polres Klaten Ambil Bagian Dalam Klaten Batik Carnival 2016

Yogyakarta – (19/8/2016) Polres Klaten mengambil porsi dalam pawai klaten batik carnival 2016 yang diselenggarakan Disparpora Pemerintah Daerah Klaten dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71 di sepanjang jalan pemuda, Klaten, Kamis (18/8/2016).

Bersama 46 kontingen dari seluruh kecamatan dan SKPD Kabupaten Klaten, Polres Klaten menjadi pembuka jalan bagi kontongen lainnya di urutan pertama.

Kontingen Polres Klaten yang dimotori langsung oleh Waka Polres Klaten Kompol Hendri Yulianto selaku panglima, mengambil tema “Black and White Angel”, dimana 40 personil Polri berpenampilan bak ksatria jaman kerajaan mengenakan tameng serta membawa panji-panji Polisi, sementara Polwan mengenakan kostum malaikat putih nan anggun.

Tak lupa tokoh Sri Kandi sebagai simbol kecantikan dan kelembutan namun memiliki ketegasan sikap dalam menentukan keputusan untuk menegakan kebenaran juga diperagakan untuk mewakili Bhayangkara Polri.

Disaksikan ribuan pasang mata warga Klaten yang memadati gelaran tersebut, kontingen Polres Klaten berjalan kaki sepanjang jalan pemuda hingga finish di panggung kehormatan di depan rumah dinas Bupati Klaten.

“Kami ingin memeriahkan gelaran Klaten Batik Carnival ini, membaur bersama warga masyarakat dan elemen pemerintahan lainnya” terang Waka Polres Hendri, dijumpai seusai memimpin kontingen.

Menurutnya, dengan turut sertanya Polres Klaten mengikuti even Klaten Batik Carnival, dapat memberikan gambaran kepada warga masyarakat bahwa Polres Klaten siap mewujudkan Polri yang professional, modern dan terpercaya untuk membesarkan Bangsa Indonesia.

(Erq/Humas Polres Klaten)
http://tribratanewspoldajateng.com/prajurit-bhayangkara-polres-klaten-ambil-bagian-dalam-klaten-batik-carnival-2016)

Kapolri Sambangi Kantor KPK

PERERAT HUBUNGAN KERJASAMA, KAPOLRI SAMBANGI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

JAKARTA- (19/8/2016) Pada Hari Jumat 19 Agustus 2016, Kapolri Jenderal Tito Karnivian menyambangi Kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kuningan, Jakarta. Kedatangan Kapolri didampingi oleh Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Ari Dono Sukmanto, Wakil Kabareskrim Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Arief Sulistyanto, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar dan sejumlah pejabat teras Polri lainnya. Rombongan diterima oleh pimpinan KPK antara lain Ketua KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Basaria Panjaitan.

Selain melakukan silaturahmi, dalam kesempatan itu dibicarakan pula peningkatan kerjasama dan sinergi antara dua lembaga yaitu Polri dan KPK  dalam hal penegakan hukum dan pencegahan korupsi di masa depan dengan melakukan joint investigation untuk penanganan kasus-kasus serius di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini sudah 72 orang perwira Polri yang menjadi penyidik di KPK. 41 di antaranya masih aktif. Hubungan antara Polri dan KPK akan terus terbina dengan harmonis, dan makin banyak penyidik Polri yang nantinya dapat menjadi Agent of Change.

#71thRIkerjaNyata #PolriBagiNegeri

(Arif Yuswandono /Bharindo News / DivHumas Mabes Polri).

Kamis, 18 Agustus 2016

Doa Sidang Tahunan MPR RI 2016 yg Mengguncang

Jakarta- (18/8/2016) Sidang Tahunan MPR RI 2016 yang digelar Selasa (16/8) awalnya berlangsung tenang, khitmat, dan tertib sampai Presiden Joko Widodo usai menyampaikan pidato kenegaraannya. Namun begitu di tengah-tengah pembacaan doa yang disampaikan oleh H. Raden Muhammad Syafi’i SH, M.Hum yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, beberapa yang hadir mulai tidak tenang. Ada pula anggota legislatif yang tempak saling lirik dengan sejawatnya di sebelah. Bahkan ada yang sedikit risau.

Apa pasal? Rupanya doa yang dibawakan oleh Raden M Syafi’i tersebut bernuansa politik. Doanya tak sekadar untuk kejayaaan bangsa Indonesia tapi juga salah satunya meminta pemimpin mundur jika tidak mau bertobat. Penasaran dengan isi doanya? Berikut teks lengkapnya.

_Assalammualaikum wr wb_

Hadirin yang berbahagia sejenak mari kita sucikan hati kita tundukkan kepala kita memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar kita tetap berada dalam Ridhonya.

_Audzubillahiminasyaitonirojim
Bismillahirohmanirohim
washolatu wassalamu’ala asrafil anbiyai wal mursalin, sayyidina muhammadin wa’ala alihi waaskhabihi rasulillahi ajma’in._

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim kami bersyukur kepadamu karena hari ini masih bisa melaksanakan masa persidangan pertama dalam masa persidangan tahun 2016 – 2017 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Allah Yang Maha Agung Bimbinglah kami agar dalam melaksanakan tugas-tugas Kenegaraan ini kami bisa merasakan bahwa inilah pengabdian kami kepadaMu dan pengabdian kami kepada Bangsa ini dan Negara Indonesia Ya Rahman.

Tujuh dasawarsa yang lalu Engkau merdekakan Bangsa Ini dari penjajahan Bangsa Lain, Engkau merdekakan kami dengan dasar-dasar yang sangat kuat. Kami punya tujuan untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban Dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Wahai Allah, Engkau juga memberikan landasan yang kuat untuk Negara ini Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum bagi kami, Undang – Undang Dasar 45 sebagai konstitusi yang mengatur tatanan kehidupan kenegaraan dan Berbangsa, NKRI menjadi wadah tempat tinggal kami hari ini dan tempat kami akan Kau panggil kelak, Bhineka Tunggal Ika dan dalam sejarahnya berhasil mempersatukan kami.

Wahai Allah.. Engkau juga telah menganugerahkan kekayaan luar biasa kepada kami. Bumi kami sangat kaya, Wahai Allah itu anugerahMu, Gunung kami sangat kaya itu anugerahMu, hutan kami sangat kaya itu karuniaMu, laut kami sangat kaya Allah itu adalah kasih sayangMu kepada kami.

Ya Rahman Ya Rahim, selayaknya dengan itu semua kami memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang makmur, yang Gemah Ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo, baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Tapi Allah hampir 71 Tahun kami merdeka kami belum merasakan itu ya Rabbal Aalamin. Lihatlah peta pola kehidupan politik kami seakan berada di dalam bayang – bayang kekuatan bangsa lain.

Ya Rahman lihatlah kehidupan hukum kami betapa hukum kami seperti mata pisau yang hanya tajam kebawah tapi tumpul ke atas sehingga mengusik rasa keadilan bagi bangsa ini Ya Rabbal Alamin.
Wahai Allah, memang semua penjara over capacity, tapi kami tidak melihat ada upaya mengurangi kejahatan karena kejahatan seperti diorganisir.

Wahai Allah kami tahu pesan dari sahabat NabiMu, bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat, tapi karena orang-orang yang baik belum bersatu wahai Allah atau belum mendapat kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan ini yaa Rabbal Aalamin.

Lihat lah kehidupan ekonomi kami. Bung Karno sangat khawatir bangsa kami akan menjadi kuli di negeri kami sendiri, tapi hari ini sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menstop itu di saat terjadi. Lihatlah Allah bumi kami yang kaya dikelola oleh bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami.

Ya Rabbal Alamin, kehidupan sosial budaya sepertinya kami kehilangan jati diri bangsa ini Ya Rahman, yang santun, yang saling percaya.

Yaa Rabbal Aalamin kami juga belum tau bagai mana kekuatan pertahanan keamanan Bangsa ini kalau suatu ketika ada bangsa lain akan menyerang bangsa kami Ya Rahman Ya Rahim. Tapi kami masih percaya kepadaMu bahwa ketika kami masih mau menadahkan tangan kepadaMu, itu berarti kami masih mengakui Engkau adalah Tuhan kami, Engkau adalah Allah Yang Maha Kuasa.

Jauhkan kami ya Allah dari pemimpin yang khianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, dan seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. Dimana-mana rakyat digusur tanpa tahu kamana mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan Allah. Di Negeri yang kaya ini, rakyat ini out sourching wahai Allah, tidak ada jaminan kehidupan mereka aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat.

Hari ini di Kota Medan di Sumatera Utara 5000 KK rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat Negara Yaa Rabbal Aalamin.
Allah lindungilah rakyat ini, mereka banyak tidak tahu apa-apa, mereka percayakan kendali negara dan pemerintahan kepada pemerintah. Allah kalau ada mereka yang ingin bertaubat terimalah taubat mereka ya Allah, tapi kalau mereka tidak bertaubat atas kesalahan yang mereka perbuat, gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini.

_Allahummaj’al jam’ana Ya Allah hadza jam’an marhuma, Wa tafarruqana min ba’dihi tafarruqaan ma’shuma. Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina’ajabanar washollolahi wassalam alahi walham dulillahi rabbal alamin._

_Wassalammualaikum wr wb._ *sumber : Indopos*

#71thRIkerjaNyata #PolriBagiNegeri

Salam #DamaiIndonesiaKoe (Arif Yuswandono /Bharindo News).