Cari Blog Ini

Jumat, 31 Maret 2017

JALUR TEMBUS KEBUMEN - BANJARNEGARA DIBUKA TAHUN INI

KEBUMEN - (31/3/2017) Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan jalan tembus Kebumen-Banjarnegara via Sadang-Srisip tersambung tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mempermudah masyararakat Kebumen utara yang sudah berharap jalan alternatif tersebut. Pembangunan jalan yang sudah dimulai oleh pemkab dari beberapa tahun lalu akan kembali dilanjutkan tahun ini.

Kepastian tersebut setelah Bupati Kebumen Ir.H. Mohammad Yahya Fuad SE, meninjau lokasi yang akan dibangunnya jalan penghubung Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Pekalongan dan Batang ini, di Desa Sadangkulon, Kecamatan Sadang, Selasa (28/3).

Bupati Kebumen Ir.H Mohammad Yahya Fuad SE, mengungkapkan pembukaan jalan tersebut dilakukan untuk mempermudah jalur perekonomian bagi masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses dan infrastruktur dinilai menjadi salah satu penyebab stagnannya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kebumen, khususnya di wilayah utara. Namun, masalah tersebut perlahan akan teratasi dengan adanya jalur tembus antardaerah tersebut.

Menurutnya, Pemkab Kebumen terus berusaha membuka akses dengan daerah tetangga untuk membuka jalur ekonomi baru. Pembangunan akses dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun.

"Pembangunan jalan tembus Kebumen-Banjarnegara yang melintasi Desa Sadang, Desa Srisip Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara yang akan segera terealisasi," kata Bupati Kebumen ir.H. Mohammad Yahya Fuad SE, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Slamet Mustolkhah, Kepal Dispermades dan P3A Moh Amirudin, Asisten I Sekda Sabar Irianto dan Kabag Humas Setda Kebumen Sukamto.

Slamet Mustolkhah, menjelaskan jalan Sadangkulon-Srisip yang belum tersambung hingga perbatasan Kabupaten Banjarnegara saat ini hanya tersisa 1,9 kilometer. Rencananya tahun ini akan dibangun menggunakan dana dari Pemprov Jawa Tengah senilai Rp 5 miliar. "Jalan yang akan dibanun ini lebarnya lima meter. Kita cor, dan pengerjaannya mulai dari atas di perbatasan," kata Slamet Mustolkhah.

Pembukaan jalur 5,2 kilometer yang lokasinya sangat ekstrim tersebut, kata Slamet, telah dilakukan sejak 2015 lalu. Pada 2015 lalu dibangun jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 4 meter. Kemudian dilanjutkan pada 2016 sepanjang 1,1 kilometer dengan lebar 4 meter. "Saat ini proses baru mau diajukan proses lelangnya," imbuhnya.  

Terbukanya akses jalan tersebut diharapkan, aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan semakin bergairah. Akses itu juga mampu merangsang percepatan pembangunan di dua daerah.

Nantinya, jalan tembus itu diharapkan menjadi jalan alternatif lain yang mengubungkan Kebumen-Banjarnegara. Melalui jalan Sadangkulon-Srisip, akses kedua kabupaten bertetangga bisa lebih singkat. Selama ini, akses Kebumen-Banjarnegara mengandalkan jalur barat, Sempor-Mandiraja Banjarnegara. (ALH/maspolinnews.blogspot.co.id).

Senin, 27 Maret 2017

Polri Butuh Perwira Petarung yang Tangguh

JAKARTA- (27/3/2017) 265 Perwira Polri berpangkat Komisari Polisi (Kompol) dan AKBP menerima pengarahan di ruang rapat utama (Rupatama) Mabes Polri.

Asisten SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto memberikan pesan agar para perwira polisi ini menjadi pemimpin yang berkualitas. Selain Arief, Kadiv Propam Polri Irjen Idham Aziz juga memberikan pengarahan.

Para perwira menengah ini adalah para calon perwira siswa Sespimmen Polri yang yang telah lolos seleksi beberapa waktu lalu untuk mengikuti pendidikan pimpinan menengah Polri selama 7 bulan. Pengarahan dilakukan pagi tadi, Senin (27/3).

"Proses seleksi yang dilalui oleh para perwira telah dilakukan secara obyektif dan transparan, diharapkan dengan proses yang ketat akan dapat dipilih calon pemimpin Polri masa depan yang berkualitas. Langkah ini merupakan sebagian dari program reformasi internal Polri," tegas Arief.

Arief menegaskan bahwa pendidikan adalah proses trasformasi nilai-nilai leadership dan kemampuan profesionalitas, para perwira harus mengikuti seluruh proses pendidikan dengan benar melalui pendekatan "process oriented".

Dengan proses yang benar maka akan diperoleh hasil didik yang berkualitas. Transformasi moral dan nilai-nilai profesionalitas serta leadership menjadi landasan utama bagi pemimpin Polri masa depan.

"Untuk dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks diperlukan pemimpin-pemimpin yang tangguh, memiliki komitmen dan integritas serta strong leadership. Oleh karena itu selama proses pendidikan diharapkan mampu mengubah dan menggembleng para perwira menjadi pemimpin dan petarung yang tangguh untuk memimpin Polri ke masa depan," beber Arief.

Arief juga menekankan agar para perwira segera memantapkan diri untuk memilih menjadi yang terbaik.

"Hidup ini adalah pilihan, jangan salah pilih dan yang menentukan masa depan kita adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu jadilah diri sendiri dan mulai membangun diri untuk menjadi Bhayangkara sejati," tutup Arief. (sumber : kumparan.com /maspolinnews.blogspot.co.id).

Minggu, 26 Maret 2017

Satlantas Polres Kebumen Luncurkan Tilang Online

KEBUMEN – Terhitung mulai hari ini, Sabtu (25/3) Sat Lantas Polres Kebumen menerapkan sistem E Tilang, atau tilang online.

Kapolres Kebumen, AKBP Alpen, SH, SIK, MH, melalui Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Aditya Mulya Ramadani, SIK menjelaskan, penerapan sistem tilang tersebut bagian dari program Promoter Kapolri dan berlaku seluruh Indonesia. Namun demikian belum semua daerah menerapkanya.

“Dengan sistem tilang online ini sangat membantu masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas. Jika sebelumnya perlu sekitar dua minggu untuk proses sampai pengadilan, dengan sistem yang baru ini langsung bisa selesai jika pelanggar langsung membayar denda di BRI,”kata AKP Aditya Ramdani, Sabtu (25/3).

Dikatakan olehnya, dengan sistem tilang online itu, nantinya setiap pelanggar lalu lintas hanya akan diminta nomer handphone dan diberi blangko warna biru sebagai tanda bukti tilang. Selanjutnya pelanggar dipersilahkan untuk membayar jumlah denda tilang ke Bank BRI.

Setelah itu pelanggar nantinya akan menerima notifikasi berisi data pelanggaran yang dilakukan dan jumlah denda yang harus dibayarkan. Setelah melakukan pembayaran, stroke bukti pembayaran diserahkan kepada petugas untuk mengambil barang bukti yang disita petugas, seperti SIM, STNK dan lainya.

“Jika pelanggar memiliki e-banking dan membayar langsung pada saat itu juga, maka setelah menunjukan bukti transfer pembayaran denda maka saat itu juga barang bukti akan dikembalikan,”kata Kasat Lantas.

Menurut AKP Aditya, meski sudah diberlakukan tilang sistem eletronik bukan berarti tilang manual tidak berlaku. “Tetap berlaku dan pelanggar akan diberi blangko warna merah sebagai bukti menolak ditilang dan dipersilahkan mengurus lewat Kejaksaan setempat,”katanya.

Diungkapkan, bagi pelanggar yang tidak memiliki hand phone, maka yang bersangkutan akan diberi blangko dan nomer rekening untuk membayar denda. “Setelah itu bukti pembayaran diserahkan petugas untuk ditukar dengan barang bukti, “ucap AKP Aditya. (HUMAS/RES KBM/maspolinnews.blogspot.co.id).

Jumat, 24 Maret 2017

Serda Ucok, Kopassus Eksekutor Napi Cebongan : Keluar LP, Saya akan Basmi Preman...!!!

Yogyakarta- (25/3/2017) Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta menjatuhkan vonis 11 tahun penjara kepada eksekutor penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan Sleman, Serda Ucok Tigor Simbolon. Terhadap putusan ini, Serda Ucok mengaku sudah punya rencana setelah menjalani hukuman.

"Kalau setelah selesai hukuman saya akan tinggal di Yogya dan akan memberantas preman," kata Serda Ucok seusai sidang pembacaan vonis di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (5/9/2015).

Saat keluar ruang sidang, dia dielu-elukan pengunjung sidang. Dia juga menegaskan akan banding.

"Kami bertiga memutuskan untuk banding ke pengadilan tinggi militer," ujar Serda Ucok.

Sebelum membacakan amar putusannya, hakim Letkot CHK Joko Sasmito menyampaikan hal-hal yang memberatkan terdakwa. Joko Sasmito mengatakan, di antara aspek pemberat tersebut adalah ketiganya melakukan perbuatan saat sedang menjalani latihan TNI, dan dilakukan di lembaga pemerintah Lapas Cebongan.

"Akibat dari perbuatan tersebut, mengakibatkan empat tahanan Lapas Cebongan tewas yang menimbulkan duka bagi keluarga korban, serta mengakibatkan trauma petugas Lapas Cebongan. Perbuatan terdakwa juga mencemarkan nama baik TNI," kata Joko di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (5/9/2015).

Sedangkan hal-hal yang meringankan, di antaranya para terdakwa secara kesatria mengakui perbuatannya di depan Tim Investigasi TNI.

"Para terdakwa juga meminta maaf kepada pihak Lapas Cebongan, berterus terang memperlancar selama menjalani pemeriksaan, bersikap sopan saat menjalani persidangan. Para terdakwa juga berprestasi dan pengabdian sebagai anggota TNI, dan mendapat Satya Lencana dan kegiatan sosial masyarakat," tuturnya. (patriot militer /maspolinnews.blogspot.co.id).

Irjen Pol. Arief Sulistyanto, Asisten SDM Polri : Jebak dan Tangkap Oknum Polri yang Main Uang & Nepotisme

JAKARTA- (25/3/2017) Irjen Pol. Arief Sulistyanto resmi menjabat sebagai asisten SDM Polri. Mantan Kapolda Kalimantan Barat itu, kini punya amanah baru sebagai ujung tombak dari program reformasi Polri yang merupakan program inti Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ada tiga hal yang menjadi sasaran reformasi, yaitu reformasi struktural, reformasi instrumental, dan reformasi kultural.

Menurut Arief, reformasi kultural punya tantangan yang paling besar karena melibatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai objek reformasi.

"Reformasi kultural yang direformasi adalah manusianya dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kultur dari kebiasaan-kebiasaan yang mendapat penilaian negatif dari masyarakat diubah, dan ini butuh waktu," ujar Arief dalam wawancara khusus di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).

Bersumber dari berbagai data, Polri menjadi institusi negara yang paling korup di Indonesia. Salah satu penyebab citra buruk itu adalah soal uang 'pelicin' dalam perekrutan anggota baru.

Untuk itulah, menurut Arief, keberhasilan reformasi SDM Polri ditentukan oleh keberhasilan mereformasi proses rekrutmen anggota.

"Anggota polisi baru harus dipilih dari calon-calon yang berkualitas, memenuhi standar dan prinsip yang sudah ditentukan kepolisian yaitu bersih, transparan, akuntable , humanis, dan berkualitas," ujar Arief.

Animo tinggi masyarakat untuk menjadi anggota kepolisian, kata Arief, berdampak pada atmosfer kompetisi yang sangat ketat dalam proses perekrutan. Sehingga tak heran jika banyak orang melakukan berbagai cara yang tidak dibenarkan agar lolos seleksi.

"Misal ada seseorang yang mendatangi calon bilang saya bisa nolong kamu dengan sejumlah uang. Padahal panitia seleksi tidak akan melakukan itu. Uang masuk di kantong, dia diam saja. Nanti kalau kebetulan masuk ya dia untung, kalau tidak ya dikembalikan. Nah ini yang merusak citra rekrutmen Polri," ujarnya.

Menurut Arief integritas dan kejujuran panitia seleksi adalah kunci untuk mengantisipasi hal itu. Tak hanya menandatangani pakta integritas, Arif juga menyumpah panitia seleksi sebelum melaksanakan tanggung jawabnya.

"Harus ada sesuatu yang menguatkan lagi, maka saya sumpah untuk menguatkan dia bahwa apa pun yg dilakukan terhadap para calon ini menjadi tanggung jawab dia kepada tuhan," ujarnya.

Jika panitia seleksi sudah mau berpegang pada sumpahnya, kata Arief, maka hal itu akan berdampak positif pula pada objektifitas calon anggota.

"Tinggal pesertanya bisa dijamin dia akan melakukan prosesnya secara objektif tanpa melibatkan pihak lain, menggunakan sponsorship titip ke sana kemari. Jika melakukan tindakan menyimpang harus bersedia di coret," ujarnya.

Arief mengatakan jika panitia dan peserta telah sepakat untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam rekrutmen, maka proses pendidikan juga akan berlangsung profesional.

"Yang masuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, maka keluarnya akan jadi polisi-polisi yang baik juga, tinggal bagaimana pola pembinaan karir mereka, harus ditempatkan di tempat yang sesuai kemampuan mereka," ujar Arief.

Jika sejumlah upaya tersebut sudah dilakukan namun justru pihak yang berlaku curang dalam perekrutan adalah oknum kepolisian?

"Tangkap ramai-ramai, bisa dilaporkan ke saya lewat SMS atau dijebak saja untuk ditangkap," tegas Arief.

Di balik sosok Arief yang selalu berupaya mengedepankan kejujuran dalam menjalankan tugasnya, sosok sang istri yaitu dr Niken Manohara punya peranan penting.

"Kalau berkaitan dengan  jabatan suami, posisi saya mengikuti jalan yang lurus saja, berusaha jangan sampai tergoda. Godaan itu banyak apalagi ini terkait wewenang," ujarnya di lokasi yang sama.

"Kadang orang yang mencoba suaminya enggak bisa, coba lewat istrinya. Ini peran istri yang coba bertahan bahkan mengingatkan suami ingat jangan sampai tergoda, suami istri adalah tim," ujarnya. (kumparan /maspolinnews.blogspot.co.id).

Kamis, 23 Maret 2017

Bandar Miras Terbesar di Kebumen Akhirnya Bertobat

Kebumen- (23/3/2017) Keberadaan dan peredaran miras di kebumen sangat meresahkan masyarakat kabupaten kebumen. Selain merusak moral generasi muda,   juga membawa dampak meningkatnya kriminalitas yang mempengaruhi situasi Kamtibmas.

Upaya kepolisian polres kebumen dalam menekan peredaran miras telah melakukan berbagai upaya baik preventif maupun represif.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh sat intelkam adalah melakukan penggalangan terhadap salah satu bandar pengedar miras terbesar di kebumen . An. SUGENG RIYADI bin SUHA (32) warga desa Kembaran rt.01/2 kecamatan Kebumen .

Sdr. Sugeng beberapa kali telah dilakukan pembinaan baik di sat intelkam maupun di sat shabara polres kebumen,  bahkan sampai proses hukum namun belum jera.

Atas upaya penggalangan tersebut sdr. Sugeng  akhirnya menyesal dan menyadari bahwa perbuatannya selama ini telah merusak masyarakat khususnya generasi muda dan menyatakan akan tobat berhenti tidak akan berjualan lagi dan meminta kepada seluruh pengecernya tidak berjualan lagi.

Pertaubatan itu dilakukan pada hari kami, 22 Maret 2017 pkl 14.00 wib di polres kebumen dan dihadiri FUI  Kebumen, tokoh agama ds. Kembaran , FKUB, sat pol pp dan wartawan.

Waka Polres Kebumen Kompol Umi Mariati, SIK yang memimpin langsung jalannya pertobatan itu sangat mengapresiasi keberanian Sugeng karena berkomitmen ingin mengakhiri usaha jualan miras yang sudah dirintis keluarganya selama puluhan tahun itu.

Selain ingin bertaubat nasuha, Sugeng juga menyerahkan ratusan botol miras berbagai merk untuk selanjtnya  dimusnahkan Polres Kebumen. (humas res Kebumen /maspolinnews.blogspot.co.id).

Rabu, 22 Maret 2017

Kapolda Metro Jaya Canangkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Jakarta – (23/3/2017) Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, mengajak anggota khususnya pejabat teras Polda Metro Jaya dan Kapolres serta Kapolsek Jajaran Polda Metro Jaya yang beragama Islam untuk menunaikan shalat subuh berjamaah diwilayahnya masing masing bersama masyarakat, sekaligus mengadakan kunjungan dan diskusi dengan para tokoh Masyarakat, untuk mengantisipasi dan mengatasi gangguan Kamtibmas diwilayahnya, perintah dan pencanangan gerakan salat subuh berjamaah ini sudah mulai digelar pada Minggu 19/3/2017.

Dalam BAB III Pasal 13 Undang-Undang No 2 Tahun 2002, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, menjelaskan Tugas dan wewenang Polri adalah, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

”Jadi, sebagai Polisi yang tugas pokok diantaranya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, kita sangat membutuhkan koordinasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, agar tercipta rasa ketenangan lahir dan batin” ungkap Kabid Humas Kombes Pol Argo, Selasa, 20/3/2017, di Masjid Al-Kautsar, Polda Metro Jaya, Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Kombes Pol Argo, menegaskan, dengan kehadiran para pejabat Polri diwilayahnya diharapkan dapat menjadi sarana dan prasarana untuk menyambung silaturahmi serta interaksi sehingga melahirkan kemanan kenyamanan dan ketertiban diwilayah hukum Polda Metro Jaya, untuk itu mari kita rajin sholat berjamaah dimasjid yang tersebar diwilayah kita masing-masing.

”Diharapkan dapat sebagai motifasi agar datang ke masjid untuk salat subuh berjamaah, bagi yang sudah terbiasa, Alhamdulillah, bagi yang belum, semoga berkenan hadir, untuk sholat berjamaah dimasjidnya, sekagus silaturahmi dan interaksi dengan pejabat Polri diwilayahnya masing-masing” tutup Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Perintah harian Kapolda Metro Jaya, yang di keluarkan untuk seluruh anggota, pejabat teras Polda Metro Jaya dan Kapolres serta kapolsek jajaran Polda Metro Jaya, yang beragama Islam, karena sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjend Pol Mochammad Iriawan, melalui Kabid Humas Kombes Pol Argo, memiliki kewajiban untuk membuat wilayah Hukum Polda Metro Jaya menjadi aman, nyaman dan kondusif. (ALH/maspolinnews.blogspot.co.id).