Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Netizen Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Netizen Polri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juli 2018

Video Viral Polisi dan Arogansi Masyarakat Sipil

"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa"

Dua hari ini beredar video di medsos  dimana seorang pria memakai kaos oranye bertuliskan polisi pada punggungnya sedang menginterogasi dan menendang seseorang di sebuah minimarket. Seperti biasa, tanpa konfirmasi dan klarifikasi, masyarakat Netizens langsung berkomentar yang sebagian besar mem-bully dan mencaci.

Berbagai situs berita dan media mainstream juga berlomba-lomba menulis berita kejadian tersebut dengan frame dan motif tertentu, sesuai misinya. Rata-rata menyudutkan dan menyalahkan aksi pria tersebut. Menganggap arogan, tidak berprikemanusiaan dan kejam serta julukan-julukan negatif lainnya.

Tidak ada asap tanpa ada api, tidak ada akibat tanpa ada sebab. Cobalah luangkan waktu sejenak barang 5 menit, baca tulisan ini dengan kepala dingin, setelah itu silakan Anda beropini.

Biar adil, baca juga pengakuan dari pria berkaos oranye di dalam rekaman video yang disampaikan melalui komunikasi WhatsApp. Ketika dikonfirmasi, yang bersangkutan secara ksatria mengaku bahwa itu dirinya, seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, berdinas di Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung.

AKBP YS : Izin Dan video tadi kronologisnya aku lagi di rumah dapat telp dari toko pada pukul 19.00 wib ada orang masuk toko pura2 belanja berombongan berjumlah 7 org. 6  masuk toko dan 1  menunggu dimobil avanzah. 3 ketangkap ( 2 ibu2 dan 1 anak 14 thn. 4 org melarikan diri pakai mobil avanzah. Kasus sdh dilaporkan ke polres pkp.

AKBP YS‬: Aku terpancing emosi ...dia org rame2 maling ditanya yg ktangkap dak tau semua

AKBP YS ‬: Ibu itu ditanya dak tau semua ktp dak ada, tempat tinggal dak ada ditanya 4 temanya yg lari dak tau

AKBP YS‬: Sdh lah saya manusia biasa...masak di maling rame2 masuk toko dan yg ketangkap oleh saya 3 org...ditanya ktp, tempat tnggal, teman yg lari di jawab semua dak tau.
Terus ada org dak punya hati nurani yg disorot salahnya saja. Coba kalau rumahnya kemasukan maling kayak begitu.

Sampai disini kita mulai tahu duduk perkaranya. Bahwa yang menginterogasi perwira polisi, yang ditendang adalah kawanan sindikat pencuri yang terbiasa beraksi ramai-ramai. Yang jadi sasaran pencurian saat itu adalah minimarket milik perwira polisi tersebut.

Sebagai manusia saya bisa memahami apa yang dilakukan AKBP YS, meski tidak membenarkan. Sekali lagi, bisa mengerti tapi tidak membenarkan !

Sekarang saya bertanya, siapa yang di-bully dan siapa yang dibela oleh para Netizen ?

Pantaskah Netizens membela para pelaku kejahatan yang jelas-jelas terbukti melakukan pencurian ?

Jika Netizens menjawab, mestinya dibawa di kantor polisi dan diadili.

Baiklah saya sodorkan kepada Anda semua data dan fakta. Apa yang masyarakat lakukan ketika ada pencuri, begal, jambret yang tertangkap basah melakukan aksinya. Ketik saja di Google "PENCURI DIBAKAR", akan Anda temukan ratusan aksi main hakim sendiri secara sadis terhadap pelaku pencurian.

Di Madura pencuri dibakar, di Probolinggo pencuri motor dibakar, di Pati pencuri di hajar hingga babak belur, bahkan kita semua masih ingat, ketika seorang pria dituduh mencuri amplifier dibakar massa, ternyata ketahui dia tidak mencuri.

Dalam kasus diatas siapa yang akan Anda bully dan siapa yang akan Anda bela ?

Siapa yang lebih sadis dan siapa yang arogan ?

Ketika satu oknum polisi berbuat yang menurut masyarakat tidak pantas langsung beramai-ramai diserang institusi nya. Padahal masih banyak anggota polisi baik dan mengayomi. Lantas apakah kita boleh menyerang bangsa kita sendiri ketika ada sekelompok masyarakat yang main hakim sendiri hingga menyebabkan kematian ?

Polisi itu manusia bukan malaikat bukan robot, dia punya rasa punya hati. Masyarakat jangan berekspektasi terlalu tinggi. Para polisi itu juga anak dari ibu bapaknya, suami dari istrinya dan ayah dari anak-anaknya. Sisi manusianya juga akan muncul ketika keluarga, harta dan kehormatannya diganggu. Sama seperti kebanyakan manusia lainnya.

Dalam kasus AKBP YS, saya berdiri membela Institusi Polri dan siap berada di belakang beliau untuk menjawab semua tuduhan dan bully-an...!

Para kawanan pencuri, pencopet, begal, jambret dan kejahatan jalanan memang harus dihabisi tanpa kompromi.

Siapapun yang membela penjahat adalah penjahat. Wanita dan anak-anak seringkali digunakan dalam modus operandi kejahatan. Mereka adalah korban memang, namun ketika mereka membela penjahat maka mereka juga harus ditumpas. Sindikat narkoba, pencuri dan penipu seringkali memanfaatkan wanita dan anak-anak untuk mengelabuhi kejahatannya.

Jangan lengah dan jangan terlena. Bukankah kita semua setuju ketika Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk membentuk kesatuan pemburu begal dan kejahatan jalanan ?

Kita juga setuju ketika para begal dan jambret tersebut ditembak ditempat jika perlu ?

Jangan pernah mengasihani pencuri dan penjahat meski mereka wanita dan di bawah umur, sebagaimana kita jangan mengasihani koruptor dan pengedar narkoba.

Tuhan juga tidak akan mengasihani pelaku maksiat dan orang-orang musyrik yang menyekutukan Dia. Tuhan siapkan hukuman pedih baik di dunia maupun di akhirat.

Jadilah Netizen cerdas dan adil. Jangan terbawa framing dan agenda setting kelompok yang ingin melemahkan Institusi Polri dan mengacaukan negeri ini.

STOP BULLYING !
STOP FRAMING !

Salam Tribrata
Salam Indonesia Raya

Yogyakarta, 13 Juli 2018
Arief Luqman El Hakiem
Pegiat Media dan Pemerhati Kebijakan Publik

Jumat, 27 Januari 2017

SEJARAH, ARTI NAMA DAN LAMBANG MASPOLIN



Maspolin kependekan dari Masyarakat Polisi Indonesia adalah komunitas masyarakat yang concern dan peduli dengan instistusi kepolisian. Pertama kali terbentuk dari interaksi di media sosial Facebook kemudian semakin intens dalam diskusi di media WhatsApp. Pegiatnya lintas wilayah dan profesi, dari masyarakat biasa, para jurnailis dan awak media, pengusaha, mahasiswa, pengacara, aktifis sosial dan polisi yang masih berdinas aktif. Kami sering menyebut para pegiat Maspolin dengan istilah Netizen Polri.

Para pegiat Maspolin secara aktif melakukan conter opini dan mengangkat berita-berita seputar kegiatan polisi di media sosial dan website. Kami secara proaktif berkomunikasi dengan jajaran kepolisian di tiap-tiap polres untuk mendapatkan berita kegiatan, kemudian dioalah dan di-viral-kan di media sosial. Tujuannya adalah meminimalisir opini negative tentang intistusi kepolisian dan mengangkat citra Polri sebagaimana mestiya. Para pegiat Maspolin sadar bahwa Polri secara institusi adalah lembaga Negara yang terbentuk berdasar peraturan perundang-undangan, dibiaya dengan uang rakyat dengan tujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sudah sepantasnya, kita sebagai warga Negara bertanggung jawab mengawasi dan menjaga institusi kepolisian dari kerusakan dan sari setiap upaya untuk melemahkannya.

Sejarah lahirnya Maspolin tidak bisa dilepaskan  dari tokoh hebat Stanley S Sumampouw, seorang pengusaha Jakarta berdarah Manado yang sekian lama berinteraksi dengan institusi Polri. Kami kenal melalui media sosial Facebook dan sama-sama tergabung dalam Grup WhatsApp Halo Dunia Polda Jatim. Saat itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono secara aktif mewadahi para Netizen Polri dalam grup WhatsApp. Dimotori oleh seorang telenta muda, Master Serching Engine Optimizing (SEO), Mohammad Khoirul Amin dan para Netizen Polri dari Jawa Timur, Halo Dunia berkembang menjadi komuitas pecinta Polri yang aktif di media sosial dan media online.

Beberapa Kapolres dan petinggi Polri dari berbagai daerah akhirnya juga bergabung dalam Grup Halo Dunia. Saya ikut aktif menulis dan menawarkan ide untuk mengelola manajemen media serta public relation Polri. Beberapa grup Facebook dibuat dimana saya terlibat sebagai moderator dan pengurus.

Awal September 2016 Bang Stanley Sumampouw menghubungi saya secara pribadi melalui WhatsApp dan saluran telepon. Dia mengajak saya untuk membuat komunitas yang lebih greget dan universal guna mewadahi semanat dan antusiasme netizen dalam menjaga institusi Polri. Setelah melalui diskusi intensif, akhirnya kami sepakaat membentuk komunitas baru Masyarakat dan Polisi Indonesia, tepatnya tanggal 22 Sepetember 2016 dibuat Grup Facebook bernama Masyarakat dan Polisi Indonesia, diikuti Grup WhatsApp Forum Diskusi Masyarakat dan Polisi Indonesia.

Untuk lebih menguatkan komunitas, saya mengusulkan sebuah akronim MASPOLIN yang merupakan kependekan dari Masyarakat Polisi Indonesia. Saya kemukakan argument dan program ke depannya. Polisi sebagai kata sifat untuk kata benda masyarakat, yang berrarti masyarakat yang bersifat polisi, maksudnya masyarakat yang tertib, rasional, beradab dan teratur. Tanggal 29 september 2016 saya menyusun company profile maspolin dengan judul Lebih Dekat dengan Maspolin, berisi latar belakang, visi, misi dan program kerja komunitas.

Kemudian daripada itu, Bang Stanley Sumampouw meminta saya untuk membuat gambar dan logo guna dipasang di Grup Facebook maupun grup WhatsApp. Saya menawarkan beberap alternative icon, seperti gambar sketsa Polisi Hoegeng Imam Santoso dan kartun Promoter. Namun menurut Bang Stanley, gambar Hoegeng terlalu berat nanti beban moralnya. Akhirnya dipilih foto polisi naik sepeda onthel, dengan tokoh Kapolres Klaten saat itu, AKBP Faizal. Nampak merakyat dan artistic.

Untuk logo saya mengolah dari desain logo Intistusi Polri dengan modifiasi sedikit. Tanggal 4 Oktober 2016, malam hari saya ajukan logo yang saya buat dengan warna dan bentuk mirip logo kepolisian. Perisai berwarna kuning emas dan hitam, di tengahnya melintang tulisan MASPOLIN, diatasnya ada tiga bintang melambangkan Tribrata, kemudian di bawah ada pita bertuliskan Masyarakat Polisi Indoensia. Jadilah logo resmi Maspolin yang disiapkan untuk kepentingan surat menyurat dan kedinasan.

Dengan menggunakan logo mirip institusi Polri, diharpkan para pegiat Maspolin sadar bahwa mereka bagian yang tak terpisahkan dari institusi polri, wajib menjaga kehormatan dan kewibawaan korps Bhayangkara di manapun berada. Hingga saat ini, Maspolin terus berkembang dan mendapat apresiasi dari para petinggi Polri dan masyarakat luas. Kiprahnya yang agresif dalam membela institusi kepolisian dengan tanpa pamrih mendapat sambutan hanta dari para Kapolres dan jajaran petinggi di berbagai wilayah. Semoga Maspolin tetap kompak, solid dan menjaga komitmen menjadi Mitra Polri yang terpercaya.

Salam Promoter
Jakarta, 27 Januari 2017

Arief Luqman el Hakiem (Tim Pendiri dan Redaktur Pelaksana Maspolin).

Senin, 16 Januari 2017

LEBIH DEKAT DENGAN MASPOLIN



A. Sekilas MASPOLIN
MASPOLIN singkatan dari Masyarakat Polisi Indonesia atau _Indonesian Police Community_ (IPC) adalah komunitas masyarakat yang berdiri sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas kondisi institusi polri yang rendah kinerjanya dan rendah index _public trust_ nya.
Masyarakat Polisi Indonesia (MASPOLIN) secara sempit berarti kumpulan masyarakat yang peduli dan berkontribusi secara aktif pada kinerja dan profesionalisme polri. Tujuan akhirnya adalah institusi polri yang kuat dan bermartabat.

Masyarakat Polisi Indonesia (MASPOLIN) secara luas berarti masyarakat yang bersifat polisi, dimana kesadaran hukum dan semangat saling menjaga keamanan serta ketertiban telah tumbuh dalam setiap diri anggota masyarakat. Sehingga jiwa polisi ada dalam setiap orang. Jiwa melindungi dan mengayomi, jiwa menjaga dan memelihara.
Para perintis memiliki semangat dan pandangan yang sama, bahwa polri adalah institusi negara yang wajib dijaga kehormatan dan kewibawaannya. Dikuatkan dari dalam dengan peningkatan kinerja dan perbaikan pelayanan, menjadi institusi yang profesional dan modern. Dijaga dari luar dengan membangun citra yang positif dan meng-conter opini negatif yang sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pegiat MASPOLIN berasal dari masyarakat sipil dan anggota polisi aktif. Pengrusakan dan pelemahan institusi polri tidak hanya dilakukan orang luar saja, tetapi setiap oknum anggota yang menyimpang dan tidak amanah adalah perucak citra polri. Sehingga kepedulian harus dimulai dari dalam tubuh institusi polri itu sendiri.
B. Pegiat MASPOLIN

MASPOLIN diinisiasi oleh beberapa orang yang memiliki visi dan misi sama, dari berbagai kalangan dan profesi, lintas kota bahkan pulau, disatukan oleh semangat mewujudkan institusi polri yang kuat dan bermartabat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adalah *S Stanley Sumampouw,* seorang pengusaha, tinggal di Jakarta. Dengan segudang pengalaman memimpin banyak perusahaan dan interaksi puluhan tahun dengan polri secara institusi maupun personal. Dari beliaulah ide dan gagasan pembentukan MASPOLIN pertama kali muncul.
Gagasan tersebut makin matang dan solid setelah didiskusikan dengan beberapa aktifis yang peduli dengan institusi polri, termasuk yang diajak _sharing_ adalah anggota aktif kepolisian. Para perintis awal tersebut antara lain ;
1. Imam Nurcahyo, wartawan dan mitra polri Bojonegoro. Jurnalis kawakan dengan segudang pengalaman, membidani lahirnya ratusan situs berita dan informasi skala lokal maupun nasional. Tokoh yang terlibat lahirnya aplikasi CAS _(Crime Alarm System)_ Polres Bojonegoro dan  Sistem _e-Police_ di Polres Bojonegoro.2. Tatiana Razainni, aktifis dan relawan _Anti Scammer_ dari Bandung. Wanita tangguh yang bersama rekan2 komunitasnya berhasil menenggelamkan para penipu di medsos, dan menyelamatkan ratusan korban penipuan.
3. Mustain, jurnalis kawakan dengan pengalaman puluhan tahun, ramah dan rendah hati dari Jawa Timur. Dengan semangat tinggi mengelola media cetak maupun elektronik dan mengurus beberapa Grup Facebook mitra polri, dengan giat utama conter opini dan publikasi giat humanis polri.
4. Dien Albanna, penulis muda seputar polri dan dinamikanya, tinggal di Jember. Dengan gaya khas, dan bahasa yang lugas, beberapa buku polri berhasil dia terbitkan.
5. Ninuk Sri Lestari, biasa dipanggil Tarie, wanita hebat asal Probolinggo. Jurnalis Mitra  Humas Polri yang multitalenta, juga sebagai penyidik dan  pengawas dan ketenagakerjaan.
6. Rusdiyanto, dikenal sebagai Anto Badai saat ini bekerja di Riau Televisi Group Jawapos Tv sebagai Reporter Daerah Kabupaten Kampar.
7. Arief Luqman El Hakiem (Yuswandono), masyarakat sipil, tinggal di Jogjakarta. Aktif sebagai pegiat pendidikan, penulis dan wartawan Tabloid Bhayangkara Indonesia.
8. Ferdinand Mokodompit, jurnalis berpengalaman pada media polri, dan profesional pendidikan, tinggal di Manado, juga sebagai peneliti hydrologi, dan salah satu pimpinan di yayasan perguruan tinggi Kotamobagu
9. Beberapa anggota aktif polri ; seperti *Kombes Dwi Setiyadi*, perwira polisi yang pertama kali perang _cyber_ di medsos, seorang perwira potensial yang humanis dan penuh inspirasi. *Kompol Bayu Suseno*, perwira muda, cerdas dan energik, kandidat doktor di PTIK. *AKBP Edy Sumardi Priadinata*, Kapolres Kampar, pemimpin yang bersemangat dan tidak kenal lelah. *AKBP Wahyu Sri Bintoro*, Kapolres Bojonegoro, pemimpin yang kreatif dan selalu jadi pelopor, salah satunya sbg inovator aplikasi CAS (Crime Alarm System) Polres Bojonegoro . *AKBP Narto*, Kabid Humas Polda Sultra yang ramah dan humoris. *AKBP Takdir Mattanete*, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang gesit dan kreatif. *AKBP Fadly Samad*, Kapolres Tuban yang berhasil mendekatkan polisi ke masyarakat dengan aplikasi SIBI nya. *AKBP I Made Agus Prasatya, Kapolres Trenggalek, dengan program PHC (Police Humanity Care) berhasil mengubah wajah polisi menjadi lebih humanis. *Kompol Sinungwati Sh*, polwan Polda DIY yang energik, kreatif dan inspiratif. *AKBP Yossy Runtukahu,* Wadir Ditnarkoba Polda Sumut, polisi cerdas dan ramah yang sangat peduli pada masyarakat.
10. Beberapa tokoh pengusaha dan Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, seperti Bang *Andre Kilimandjaro Lantang*, Ibu *Arinta P. Lenggono* sebagai penasihat yang banyak mensupport MASPOLIN.
C. Dasar dan Landasan MASPOLIN
MASPOLIN berdasarkan Pancasila dan berlandaskan UUD 1945
D. Visi dan Misi MASPOLIN
Visi MASPOLIN adalah terwujudnya institusi polri yang kuat dan bermartabat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Misi MASPOLIN adalah menjadi bagian penting komunitas masyarakat yang berkontribusi dalam peningkatan kinerja dan perbaikan pelayanan polri. Berperan aktif membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kehormatan dan kewibawaan institusi negara khususnya kepolisian.
E. Tujuan dan manfaat MASPOLIN
MASPOLIN bertujuan ; 1) Menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi masyarakat yang peduli dan cinta polri, 2) Melakukan conter opini terhadap berita negatif terkait institusi polri, 3) Membangun citra polri yang positif dengan pemberitaan giat polri dan profil polisi yang humanis, 3) Memberikan masukan dan saran kepada institusi polri untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan pelayanan, 4) Menginisiasi giat _off air_ untuk membangun hubungan yang harmonis antara polri dan masyarakat.
F. Anggota MASPOLINKeanggotaan MASPOLIN bersifat terbuka, bagi masyarakat luas, segala kalangan dan profesi. Juga bagi anggota aktif polri.
Sifat keanggotaan aktif dan pasif. Setiap orang yang peduli dan berkontribusi pada perbaikan institusi polri adalah anggota MASPOLIN.
G. Program dan Giat MASPOLINProgram kegiatan MASPOLIN ; 1) Melakukan conter opini terhadap berita negatif polri di media online, 2) Menyebarkan berita giat polri yabg positif dan humanis, 3) Mengadakan diskusi online dan offline seputar polri dan dinamikanya, 4) Mengadakan kegiatan2 off air yang berdampak pada perbaikan citra polri, 5) Melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan institusi polri.
H. Media MASPOLIN
Saat ini media yang dikelola MASPOLIN adalah Grup WhatsApp FD MASPOLIN, Grup FB Forum Diskusi MASPOLIN, dan website maspolin.com
Salam PROMOTER
Arief Luqman El Hakiem (Redaktur Pelaksana maspolin.com)

THE SPIRIT OF MASPOLIN

Sejak resmi lahir 22 September 2016, MASPOLIN (Masyarakat Polisi Indonesia) terus berkembang tak terbendung. Sebagai komunitas media online yang bermitra dengan Institusi Polri, Maspolin tergolong aktif dan agresif.
Berawal dari satu Grup Facebook “Maspolin” dan satu Grup WhatsApp “Forum Diskusi Maspolin”, kini MASPOLIN sudah memiliki lebih dari 20 (dua puluh) Grup Facebook dan portal berita dalam bentuk domain. Juga memiliki 10 (sepuluh) Grup WhatsApp termasuk di dalamnya Grup WhatsApp Kelas Jurnalis, dimana pegiat Maspolin belajar dan berdiskusi seputar dunia jurnalistik.
Jajaran Perwira dan anggota aktif korps Bhayangkara juga concern dan selalu monitor perkembangan Maspolin. Polres Kampar di Riau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur tidak ketinggalan dari Mabes Polri ada Karo Penmas, Brigjen Pol. Rikwanto yang selalu membimbing dan memberi pencerahan pada pegiat Maspolin.
Sekali lagi, Maspolin adalah sebuah keajaiban. Tidak ada uang beredar, tidak ada gaji dan upah, tidak ada konflik dan intrik, bahkan semua program dan kegiatan dikordinasikan melalui rapat-rapat di media online. Ada grup WhatsApp khusus Dewan Redaksi Maspolin untuk mengatur dan mengelola Media Maspolin Grup.
Saya menyebut, pegiat Maspolin adalah pejuang dan relawan. Mereka semua bergerak karena sebuah semangat (spirit). Spirit itu adalah cinta dan kepercayaan, harapan akan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang santun, beradab, teratur dan rasional. Itulah The Spirit Of Maspolin.
Pegiat Maspolin bukanlah pengangguran dan pengemis yang meminta belas kasihan kepada petinggi polri untuk sekedar hidup atau beli pulsa. Pegiat Maspolin memiliki pekerjaan, usaha dan penghidupan masing-masing. Bang Stanley Sumampouw sebagai sesepuh dan penggagas Maspolin adalah pengusaha besar di ibukota, dengan pengalaman dan ratusan bisnis yang dikelola. 

Imam Nurcahyo, sebagai wakil pemimpin redaksi adalah jurnalis hebat yang mengelola media besar BBC (beritabojonegoro.com). Saya sendiri aktif sebagai konsultan manajemen dan mengelola Tabloid Bhayangkara Indonesia. Mustain dari Lamongan adalah wartawan senior yang mengelola suaraindonesianews dan memorandum. Bunda Tatiana Razaini adalah aktifis perempuan dari Bandung yang produktif.
Ferdinand Mokodompit dari Manado adalah praktisi pendidikan, Anto Badai bekerja sebagai kepala pada Riau TV milik Jawapos Grup. Tarie dari Probolinggo adalah aktifis dan praktisi ketenagakerjaan. Fals dari Trenggalek adalah wartawan Kompas Grup. Rimbawan Sugianto adalah Lawyer hebat di Bekasi. 
Jurnalis muda Maspolin seperti Zamroni, Vera, Linda, Tyan, dan lainnya memiliki kegiatan produktif disamping masih aktif kuliah.
Para pegiat Maspolin adalah orang-orang terhormat yang berkomitmen mendedikasikan dirinya untuk kebaikan institusi polri. Saya merasa beruntung dan bahagia menjadi bagian dari komunitas masyarakat yang tercerahkan dan penuh semangat. Saya bangga menjadi pegiat Maspolin. WE ARE MASPOLIN…
Arief Luqman El Hakiem (Redaktur Pelaksana Maspolin).

THE MIRACLE OF MASPOLIN


Menurut saya MASPOLIN adalah sebuah keajaiban dari kemustahilan. Kependekan dari Masyarakat Polisi Indonesia atau Indonesian Police Community yang disingkat IPC, Maspolin lahir dari sebuah gagasan sederhana, menghimpun masyarakat yang cinta dan menjaga institusi polri yang selama ini aktif di media sosial.
Adalah Stanley Sumampouw, seorang pengusaha sukses berdarah Manado namun lebih separuh hidupnya dihabiskan di Ibukota, yang pertama kali menghubungi via telpon dan meyakinkan saya untuk ikut bersama-sama mendirikan Maspolin. Awalnya bernama Masyarakat dan Polisi Indonesia, kemudian saya usulkan satu nama dan akronim yang lebih greget, yaitu Masyarakat Polisi Indonesia tanpa kata dan, disingkat Maspolin.
Secara bahasa, masyarakat dan polisi yang dipisah dengan kata dan, berarti dua kata benda yang sejajar, namun jika ditulis sebagai frasa tanpa kata dan, berarti satu kata benda yang diberi kata sifat. Masyarakat sebagai kata benda utama, dan polisi sebagai kata sifat. Masyarakat Polisi artinya masyarakat yang bersifat polisi. Polisi sebagai kata sifat. Masyarakat berarti kumpulan orang tinggal dalam bersama, polisi artinya tertib, beradab, rasional dan santun.
Masyarakat Polisi berarti kumpulan manusia yang hidup bersama di suatu tempat dalam keteraturan, ketertiban dan kesantunan. Dalam tradisi besar umat manusia, kita temukan istilah kota (polis, civic, madina) dalam konotasi positif:   keberadaban   (civility),   kemuliaan   (nobility)&,   dan keteraturan (order). Penjaga kehidupan kota itu sendiri bernama “polisi” (police), yang masih satu rumpun dengan kata “poli” (polite), yang berarti tertib sosial- santun berkeadaban.
Menjadi warga kota berarti menjadi manusia beradab. “Menjadi manusia beradab,” ujar   Fernand   Braudel,   “berarti   memuliakan   tingkah   laku,   menjadi   lebih tertib-taat   hukum   (civil) dan   ramah   (sociable). “Max   Weber mendefinisikan   kota   sebagai   “suatu   tempat   yang   direncanakan   bagi   kelompok berbudaya dan rasional.”
Misi MASPOLIN sesuai singkatannya, Masyarakat Polisi Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang beradab, tertib dan mulia. Ini akan terwujud jika polisi sebagai institusi kuat dan bermartabat. Sementara masyarakatnya taat, berbudaya dan rasional atau memiliki kesadaran hukum yang tinggi.
Secara resmi Maspolin dibentuk tanggal 22 September 2016 ditandai dengan dibuatnya Grup Facebook Maspolin, dilanjutkan Grup WhatsApp Forum Diskusi Maspolin. Disinilah keajaiban demi keajaiban muncul. Dalam waktu singkat segera bergabung para aktifis medsos yang biasa disebut Netizen, bahkan para polisi aktif dari berbagai tingkatan secara antusias ikut membesarkan Maspolin.
Dari hasil diskusi online tanpa tatap muka, segera terbentuk struktur organisasi redaksi Maspolin dilanjutkan lahirnya media online dalam bentuk domain maspolin.com. Semua terjadi tanpa tatap muka dan tanpa surat perintah, hanya bermodal semangat, keyakinan dan kepercayaan para pegiatnya.
Saya termasuk salah satu pendiri dan pegiat yang merasakan secara langsung keajaiban Maspolin. Belum ada sebulan sejak lahirnya Maspolin, tepatnya tanggal 13 Oktober 2016, saya bersama Ibu Tatiana Razaini melakukan roadshow ke Jawa Timur. Atas doa dan dukungan sang penggagas sekaligus sesepuh Maspolin, Bang Stanley Sumampouw kami mengunjungi Bojonegoro, Tuban dan Trenggalek.
Keajaiban itu bernama kehangatan. Hanya dari komunikasi dunia Maya, grup WhatsApp dan Facebook kita terhubung dan mengenal, namun sahabat-sahabat Maspolin dan jajaran Polres di tiga kota tersebut begitu luar biasa menyambut kami lakukan suadara yang sudah lama saling mengenal. Kehangatan, keakraban dan antusias ditunjukkan para Kapolres dan jajarannya. AKBP Wahyu Sri Bintoro di Bojonegoro, AKBP Fadly Samad di Tuban, AKBP I Made Agus Prasatya di Trenggalek adalah bagian dari kemustahilan ini. Salut dan kehormatan yang tidak terhingga dengan sambutan hangatnya.
Sahabat-sahabat Netizen dan jurnalis hebat di tempat yang kami kunjungi juga ikut membesarkan dan memberi warna pada Maspolin. Sahabat dan guru, Imam Nurcahyo dengan pengalaman dan punggawa BBC nya, Mustain dengan jam terbang tingginya, Iim Tuban dengan semangat juangnya, Fals Trenggalek dengan keramahannya dan semua sahabat Netizen di berbagai Polres sangat luar biasa.
Akhir tahun 2016 adalah momentum bagi Maspolin. Jajaran perwira aktif dari berbagai Polres dan Polda memberikan perhatian dan dukungan yang luar biasa pada Maspolin. Lahirlah grup WhatsApp dan Facebook baru yang dikelola oleh Maspolin.
Apresiasi dan terimakasih setulus-tulusnya pada para senior korps Tribrata yang selalu monitor dan menjadikan keajaiban Maspolin menjadi kenyataan. Karo Penmas Polri (Brigjend Rikwanto SA), Irwasda Polda Sulteng (Kombes Pol Dwi Setyadi), Kabid Humas Polda Sultra (AKBP Narto), Wadir Narkoba Polda Sumut (AKBP Yossy Runtukahu), Dit Narkoba Polda Jatim (AKBP Soenardi), Kasubbit Provost Bid Propam Polda Jatim (AKBP Agus Widodo), Baharkam Polri (AKBP Takdir Matanette).
Sahabat-sahabat di Kampar provinsi Riau juga luar biasa. Dibawah komando AKBP Edy Sumardi Priadinata, Kampar menjadi Polres yang paling aktif di Sumatera. 
Kapolres Probolinggo Kota (AKBP Hando Wibowo), Kapolres Probolinggo Kabupaten (AKBP Arman), Kapolres Trenggalek yang baru, AKBP Donny Adityawarman, Kapolres Kota Batu Malang (AKBP Leonardus Simarmata), Kapolres Touna Sulteng (AKBP Bagus Setiyono).
Perwira muda hebat dan penuh semangat di Mabes Polri, Kompol Bayu Suseno, Polwan hebatPolda DIY, Kompol Sinungwati, Wakapolres Nunukan Kaltim (Kompol Rizal), Wakapolres Trenggalek (Kompol Kuswara), Wakapolres Bojonegoro (Kompol Andrian), Wakapolres Probolinggo Kota (Kompol Djumadi), Wakapolres Madiun Kabupaten (Kompol Ary) dan seluruh keluarga besar korps Bhayangkara yang tidak bisa disebut satu persatu. Merekalah yang membuat pegiat Maspolin makin bersemangat dan yakin dengan visinya.
Semoga di tahun yang baru, 2017, Maspolin makin baik dan makin bisa berbuat lebih baik untuk kejayaan Institusi Polri juga Ibu Pertiwi…
Salam Promoter 
Arief Luqman El Hakiem (Redaktur Pelaksana Maspolin).