Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Polisi Promoter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi Promoter. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Juli 2018

Video Viral Polisi dan Arogansi Masyarakat Sipil

"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa"

Dua hari ini beredar video di medsos  dimana seorang pria memakai kaos oranye bertuliskan polisi pada punggungnya sedang menginterogasi dan menendang seseorang di sebuah minimarket. Seperti biasa, tanpa konfirmasi dan klarifikasi, masyarakat Netizens langsung berkomentar yang sebagian besar mem-bully dan mencaci.

Berbagai situs berita dan media mainstream juga berlomba-lomba menulis berita kejadian tersebut dengan frame dan motif tertentu, sesuai misinya. Rata-rata menyudutkan dan menyalahkan aksi pria tersebut. Menganggap arogan, tidak berprikemanusiaan dan kejam serta julukan-julukan negatif lainnya.

Tidak ada asap tanpa ada api, tidak ada akibat tanpa ada sebab. Cobalah luangkan waktu sejenak barang 5 menit, baca tulisan ini dengan kepala dingin, setelah itu silakan Anda beropini.

Biar adil, baca juga pengakuan dari pria berkaos oranye di dalam rekaman video yang disampaikan melalui komunikasi WhatsApp. Ketika dikonfirmasi, yang bersangkutan secara ksatria mengaku bahwa itu dirinya, seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, berdinas di Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung.

AKBP YS : Izin Dan video tadi kronologisnya aku lagi di rumah dapat telp dari toko pada pukul 19.00 wib ada orang masuk toko pura2 belanja berombongan berjumlah 7 org. 6  masuk toko dan 1  menunggu dimobil avanzah. 3 ketangkap ( 2 ibu2 dan 1 anak 14 thn. 4 org melarikan diri pakai mobil avanzah. Kasus sdh dilaporkan ke polres pkp.

AKBP YS‬: Aku terpancing emosi ...dia org rame2 maling ditanya yg ktangkap dak tau semua

AKBP YS ‬: Ibu itu ditanya dak tau semua ktp dak ada, tempat tinggal dak ada ditanya 4 temanya yg lari dak tau

AKBP YS‬: Sdh lah saya manusia biasa...masak di maling rame2 masuk toko dan yg ketangkap oleh saya 3 org...ditanya ktp, tempat tnggal, teman yg lari di jawab semua dak tau.
Terus ada org dak punya hati nurani yg disorot salahnya saja. Coba kalau rumahnya kemasukan maling kayak begitu.

Sampai disini kita mulai tahu duduk perkaranya. Bahwa yang menginterogasi perwira polisi, yang ditendang adalah kawanan sindikat pencuri yang terbiasa beraksi ramai-ramai. Yang jadi sasaran pencurian saat itu adalah minimarket milik perwira polisi tersebut.

Sebagai manusia saya bisa memahami apa yang dilakukan AKBP YS, meski tidak membenarkan. Sekali lagi, bisa mengerti tapi tidak membenarkan !

Sekarang saya bertanya, siapa yang di-bully dan siapa yang dibela oleh para Netizen ?

Pantaskah Netizens membela para pelaku kejahatan yang jelas-jelas terbukti melakukan pencurian ?

Jika Netizens menjawab, mestinya dibawa di kantor polisi dan diadili.

Baiklah saya sodorkan kepada Anda semua data dan fakta. Apa yang masyarakat lakukan ketika ada pencuri, begal, jambret yang tertangkap basah melakukan aksinya. Ketik saja di Google "PENCURI DIBAKAR", akan Anda temukan ratusan aksi main hakim sendiri secara sadis terhadap pelaku pencurian.

Di Madura pencuri dibakar, di Probolinggo pencuri motor dibakar, di Pati pencuri di hajar hingga babak belur, bahkan kita semua masih ingat, ketika seorang pria dituduh mencuri amplifier dibakar massa, ternyata ketahui dia tidak mencuri.

Dalam kasus diatas siapa yang akan Anda bully dan siapa yang akan Anda bela ?

Siapa yang lebih sadis dan siapa yang arogan ?

Ketika satu oknum polisi berbuat yang menurut masyarakat tidak pantas langsung beramai-ramai diserang institusi nya. Padahal masih banyak anggota polisi baik dan mengayomi. Lantas apakah kita boleh menyerang bangsa kita sendiri ketika ada sekelompok masyarakat yang main hakim sendiri hingga menyebabkan kematian ?

Polisi itu manusia bukan malaikat bukan robot, dia punya rasa punya hati. Masyarakat jangan berekspektasi terlalu tinggi. Para polisi itu juga anak dari ibu bapaknya, suami dari istrinya dan ayah dari anak-anaknya. Sisi manusianya juga akan muncul ketika keluarga, harta dan kehormatannya diganggu. Sama seperti kebanyakan manusia lainnya.

Dalam kasus AKBP YS, saya berdiri membela Institusi Polri dan siap berada di belakang beliau untuk menjawab semua tuduhan dan bully-an...!

Para kawanan pencuri, pencopet, begal, jambret dan kejahatan jalanan memang harus dihabisi tanpa kompromi.

Siapapun yang membela penjahat adalah penjahat. Wanita dan anak-anak seringkali digunakan dalam modus operandi kejahatan. Mereka adalah korban memang, namun ketika mereka membela penjahat maka mereka juga harus ditumpas. Sindikat narkoba, pencuri dan penipu seringkali memanfaatkan wanita dan anak-anak untuk mengelabuhi kejahatannya.

Jangan lengah dan jangan terlena. Bukankah kita semua setuju ketika Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk membentuk kesatuan pemburu begal dan kejahatan jalanan ?

Kita juga setuju ketika para begal dan jambret tersebut ditembak ditempat jika perlu ?

Jangan pernah mengasihani pencuri dan penjahat meski mereka wanita dan di bawah umur, sebagaimana kita jangan mengasihani koruptor dan pengedar narkoba.

Tuhan juga tidak akan mengasihani pelaku maksiat dan orang-orang musyrik yang menyekutukan Dia. Tuhan siapkan hukuman pedih baik di dunia maupun di akhirat.

Jadilah Netizen cerdas dan adil. Jangan terbawa framing dan agenda setting kelompok yang ingin melemahkan Institusi Polri dan mengacaukan negeri ini.

STOP BULLYING !
STOP FRAMING !

Salam Tribrata
Salam Indonesia Raya

Yogyakarta, 13 Juli 2018
Arief Luqman El Hakiem
Pegiat Media dan Pemerhati Kebijakan Publik

Selasa, 19 Juni 2018

7 FAKTA PDI-P DI JAWA BARAT !

"Jabar adalah Kuburan Banteng, Cagub dan Capres dari PDI-P selalu Keok di Bumi Parahyangan"

Keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Jenderal Polisi aktif, Komjen. Pol. Mochammad Iriawan, sebagai PJ Gubernur Jawa Barat terus menuai pro-kontra. Dugaan bahwa kepentingan partai dan ambisi politik menjadi latar belakang kengototan Jokowi dengan keputusannya, tentu masuk akal. Jokowi dan PDI-P berkepentingan memenangkan jagoannya di Pilgub Jabar tahun ini.

Jargon "Jawa Adalah Kuncinya" kiranya tidak berlebihan, partai yang berhasil memenangkan pemilu di Pulau Jawa, dipastikan berjaya secara nasional. Tahun ini, 2018, tiga provinsi besar di Jawa (Jabar, Jateng, Jatim) akan menggelar Pemilihan Gubernur secara serentak 27 Juni besok.

Sebagai partainya penguasa, PDI-P tentu berkepentingan untuk mempertahankan kekuasaan dengan memenangkan jagoannya. Pada Pilgub sebelumnya, 2017, PDI-P telah kehilangan kesempatan dan dipermalukan di dua provinsi di Jawa, yaitu Banten dan DKI Jakarta. Dua jagoannya, Rano Karno (Banten) dan Basuki Tjahaja Purnama (DKI Jakarta) dipecundangi lawan-lawannya, padahal keduanya adalah petahana.

Provinsi Jawa Barat terdiri atas 18 kabupaten dan 9 kota. Hasil penghitungan KPU Jawa Barat pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPT Pilgub Jabar 2018 yang berlangsung di Trans Luxury Hotel, Sabtu (21/4), menetapkan jumlah pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 31.735.133 orang.

Ada 10 Fakta Unik keberadaan PDI-P di Jawa Barat, baik dalam gelaran Pilgub tahun 2018 maupun Pemilu sebelum2nya. Berikut daftarnya ;

1. Di Jawa Barat, PDI-P sebagai Penantang

Khusus di Jabar, PDI-P berposisi sebagai penantang, dengan mengusung Tubagus Hasanuddin yang berpasangan dengan Anton Charliyan. Di Jatim, PDI-P mengusung petahana, Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarnoputra. Di Jateng juga mengusung petahana, Ganjar Pranowo didampingi Taj Yasin dari PPP.

2. Di Jawa Barat, PDI-P Berjuang Tanpa Koalisi

Di Jateng dan Jatim, PDI-P menjalin koalisi dengan partai lain,  namun di Jabar PDI-P penuh percaya diri mengusung Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan tanpa berkoalisi.

3. Jawa Barat Medan Laga Terpanas dan Terberat Bagi PDI-P

Jawa Barat adalah medan panas dan paling kompetitif. Sejak  Gubernur dipilih secara langsung, Pilgub Jabar selalu diramaikan lebih dari dua pasangan calon.

Pilgub tahun ini, 2018 diikuti oleh 4 pasangan calon, yaitu Tubagus Hasanuddin - Anton Charliyan diusung PDI-P ; Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi, diusung Partai Golongan Karya dan Partai Demokrat ; Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum diusung PPP, PKB, NasDem, dan Hanura ; Sudrajat - Ahmad Syaikhu diusung Gerindra, PKS, dan PAN.

Pilgub 2013 terdapat 5 pasang kandidat yang bersaing, yaitu Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar diusung PKS, PPP, dan Hanura; Dede Yusuf - Lex Laksamana diusung oleh Partai Demokrat, PAN) dan PKB; Dikdik Mulyana Arief Mansur - Cecep Nana Suryana Toyib berlaga secara independen; Irianto MS Syafiuddin - Tatang Farhanul dari Partai Golkar ; dan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki diusung PDIP.

Pilgub 2008 terdapat 3 pasangan calon, yaitu Danny Setiawan - Iwan Sulandjana (DA'I) diusung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat ; Agum Gumelar - Nu'man Abdul Hakim (AMAN) diusung PDI-P, PPP,
PKB, PKPB, PBB, PBR dan PDS ; dan Ahmad Heryawan - Dede Yusuf (HADE) diusung PKS dan PAN.

4. Sejak Era Reformasi '98 Cagub PDI-P Selalu Keok di Jabar

Tahun 2013 Cagub PDIP, Rieke – Teten  hanya meraih 28,41 % (5.714.997 suara), dipecundangi jago dari PKS (Aher – Deddy) dengan 32,39% (6.515.313 suara).

Tahun 2008 Agum – Nu'man dari PDI-P meraih 6.217.557 suara (34,55 %) kalah dari Heryawan – Dede dari PKS dan PAN dengan 7.287.647 suara (40,50 %).

Tahun 2003 ketika masih dipilih oleh DPRD, pasangan Tayo Tarmadi-Rudy Harsa Tanaya dari PDI-P hanya meraih 39 suara, kalah dari pasangan Danny Setiawan-Nu’man Abdul Hakim yang diusung Golkar-PPP meraih 49 suara.

5. Capres PDI-P juga Selalu Kalah di Jabar

Hasil Pilpres 2014 di Jawa Barat pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167.381 (59,78 %). Sementara pasangan Jokowi-JK dari PDI-P mendapat suara 9.530.315 (40,22 %).

Pilpres 2009 di Jawa Barat, SBY-Boediono meraih 14.385.202 suara (65,07 %). Disusul pasangan Mega-Prabowo dengan 5.793.987 suara (26,21 %). Sementara pasangan JK-Wiranto meraih 1.925.533 suara (8,71%).

Hasil Pilpres 2004 putaran kedua di Jawa Barat pasangan Mega - Hasyim dari PDI-P hanya meraih 7.825.251 suara (37,2 %), sedang pasangan SBY - JK memperoleh 13.186.776 suara (62,8 %).

6. PDI-P Dua Kali Menang Pemilu Legislatif Tapi Selalu Kalah di Pilgub dan Pilpres

Sejak era Reformasi 1998, PDI-P tercatat dua kali memenangi Pemilu Legislatif, yaitu tahun 1999. Kemudian tahun 2014 PDI-P meraih 4.159.404 (19,63%), Golkar 3.540.629 (16,71%), Gerindra 2.378.762 (11,22%). Pada pemilu tahun 2004 PDI-P kalah dari Partai Golkar, sedang tahun 2009 dipecundangi Partai Demokrat.

7. Jagoan PDI-P pada Pilgub Jabar 2018 Keduanya Purnawirawan Jenderal

Pasangan Cagub dan Cawagub yang diusung PDI-P di Pilgub Jawa Barat adalah purnawirawan jenderal bintang dua semua. Tubagus Hasanuddin adalah purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Pernah menjadi ajudan Wapres Try Sutrisno (1996), ajudan Presiden BJ Habibie (1998-1999), dan Sekretaris Militer Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (2001-2005).

Sedangkan Anton Charliyan adalah mantan Kapolda Jabar (2016-2017). Bernama lengkap Irjen Pol. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. Anton lahir di Tasikmalaya, 29 November 1960. Jabatan terakhir di Polri sebagai Wakalemdiklat Polri dan Analis Kebijakan Utama Sespimti Lemdiklat Polri.

Disamping 7 Fakta diatas, ada 3 fakta lain yang tidak kalah menarik, yaitu seputar PJ Gubernur Jabar, Komjen. Pol. M. Iriawan dan Cawagub yang diusung PDI-P, Irjen. Pol. (Purn.) Anton Charliyan.

8. M. Iriawan dan Anton Charliyan adalah kolega di Institusi Polri dan kawan satu angkatan, sesama lulusan AKPOL (Akademi Kepolisian) Semarang tahun 1984. Hanya saja Anton Charliyan mengajukan pensiun karena mendaftar sebagai Cawagub Jabar.

9. Kedua Jenderal Polisi  tersebut sama-sama pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. Pertama, Komjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan , S.H., M.M., M.H. menjadi Kapolda Jabar pada periode 6 Desember 2013 sampai 16 Juni 2015), sementara Irjen. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. menjadi Kapolda Jabar dari 12 Desember 2016 sampai dengan 25 Agustus 2017).

10. Terlepas dari semua fakta dan pro-kontra yang ada, secara profesional, Komjen. Pol. M. Iriawan adalah pemimpin yang sudah teruji kemampuan dan netralitasnya dalam mengamankan gelaran Pilgub DKI Jakarta yang sangat berat juga menguras emosi.

Sebagai Kapolda Metro Jaya, Komjen. Pol. Mochammad Iriawan berhasil mengawal ibukota melakukan regenerasi kepemimpinan secara damai dan kondusif.

Jadi, dengan segala dinamika pro-kontra dan hiruk pikuk yang terjadi, kita semua tentu berharap, Pilkada serentak di Provinsi Jawa Barat, baik Pilgub maupun Pilbup / Pilwalkot berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah.

Salam Damai Indonesia-Ku !

Arief Luqman El Hakiem
Pegiat Media dan Pemerhati Kebijakan Publik

Selasa, 27 Februari 2018

Tito Karnavian, True Love Indonesia

Namanya Muhammad Tito Karnavian, begitu sang ayah, Haji Achmad Saleh menyematkan kepada bayi mungil yang lahir hari Senin Legi tanggal 26 Oktober 1964 bertepatan dengan 19 Jumadil Tsania 1384 tahun Hijriyah.

Nama Tito terinspirasi dari keteguhan dan kehebatan Presiden Yugoslavia, Josip Broz yang dijuluki Tito sehingga lebih dikenal dengan nama Josip Broz Tito. Sementara Karnavian dilatarbelakangi keindahan dan semarak kemegahan karnaval para mahasiswa UNSRI (Universitas Sriwijaya) Palembang yang disaksikan oleh sang ayah ketika lewat di depan Rumah Sakit Charitas, tempat Tito dilahirkan.

Menurut perhitungan Jawa, Senin memiliki sifat indah dan banyak mendapatkan simpati. Legi membawa sifat bertanggung jawab, murah hati, enak dalam pergaulan, selalu gembira seperti tidak pernah susah, sering kena fitnah, kuat tidak tidur malam hari, bicaranya berisi.

Sebagai putra Palembang dia membawa semangat kejayaan Sriwijaya. Namun dalam darahnya mengalir kesantunan dan keluhuran budi pekerti suku Jawa. Dalam jiwanya tertanam keimanan dan keislaman yang teguh yang diturunkan dari ayahnya, Haji Achmad Saleh, juga dari kakeknya, Saleh Mualim.

Sejak kecil, Tito sudah menampakkan sifat seorang pemimpin. Disiplin, cerdas pemberani dan tanggung jawab. Dia seringkali berenang menyeberangi Sungai Musi yang melintas di Kota Palembang. Di sekolahnya Tito selalu juara dan menorehkan prestasi membanggakan.

Tito kecil tentu tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat kelak akan menjadi Kapolri. Meski bisa jadi pernah bercita-cita ingin menjadi polisi. Tito kecil juga tidak pernah bermimpi akan memimpin salah satu institusi terbesar di negeri ini.

Jiwa kepemimpinan Tito remaja dibuktikan dengan terpilihnya sebagai Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di SMA Negeri 2 Palembang. Tito juga aktif dalam kegiatan Pramuka dan hoby bermain musik serta olah vokal. Kecerdasannya juga teruji dengan selalu menjadi juara di jenjang pendidikan SMA. Bahkan setamat SMA Tito lulus test masuk di empat perguruan tinggi favorit, yaitu Fakultas Kedokteran Unsri, Hubungan Internasional FISIP UGM, STAN dan AKABRI.

Sampai lulus SMA, Tito tidak pernah bercita-cita menjadi polisi, apalagi menjadi Kapolri. Pilihannya pada AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) dari empat perguruan tinggi yang menerimanya adalah karena pertimbangan praktis soal biaya dan ingin meringankan beban orang tuanya.

Ibu kandung Tito, Hajjah Kardilah, yang seorang bidan menginginkan anaknya kuliah di Fakultas Kedokteran agar menjadi dokter. Tapi Tito remaja malah berkata, "Nanti ibu keluar banyak uang untuk biaya. Tito tidak mau jadi beban,” ujar Kardiah. Alasan yang sama juga dikemukakannya kepada sang ayah. Jika dia memilih masuk universitas, tanggungan orang tuanya akan amat berat. Selain uang kuliah, juga sewa kamar kos dan uang makan/saku bulanan. Sementara jika memilih AKABRI / AKPOL (Akademi Kepolisian), semua biaya itu tak perlu ditanggung orangtuanya.

Tito adalah anugerah yang menjadi inspirasi para orang tua. Banyak ibu-ibu yang menanyakan resep agar memiliki anak cerdas dan hebat kepada Hajjah Kardilah, ibu Tito. Tito adalah karunia yang diturunkan Tuhan untuk masyarakat Sumatera Selatan dan Indonesia.

Kehebatan dan kecerdasan Tito berlanjut hingga masa pendidikan di AKPOL Semarang. Bahkan keistimewaan Tito pernah diungkap oleh seorang paranormal dari Beijing, China ketika dia pulang cuti bersama temannya. Saat itu Tito bersama 10 orang temeannya pulang naik kereta api, tanpa sengaja bertemu dengan paranormal tersebut yang mengatakan bahwa dari 10 taruna hanya Tito yang di keningnya terlihat ada sinar.

Selain itu, saat akan dilantik lulus taruna AKPOL, malam harinya nenek Tito bermimpi, Tito berjalan paling depan memegang bendera. Dan ternyata, esok harinya, 18 Juli 1987, pada upacara Prasetya Perwira Remaja Akabri di Istana Negara, Presiden Soeharto melantik dan menyematkan penghargaan Bintang Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akpol, 1987) kepada Tito. Tito putera Sumsel pertama yang meraih Adhi Makayasa Akabri-Akpol.

Tito adalah terbaik dari yang terbaik. Para perwira remaja AKPOL adalah pemuda-pemuda pilihan yang diseleksi dengan ketat dari seluruh Indonesia. Proses pendidikan dan pelatihan yang sangat berat untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.

Masa dinas Tito di kepolisian juga dipenuhi dengan prestasi dan penghargaan. Kenaikan pangkat luar biasa berkali-kali didapatkan Tito atas prestasinya mengungkap kejahatan. Penangkapan Tommy Soeharto sebagai tersangka kasus pembunuhan Hakim Agung, Syafiuddin Kartasasmita (November 2001), penggerebekan gembong teroris Dr. Azahari di kawasan wisata Batu, Malang (November 2005), dan aksi heroik penanganan teror Bom Thamrin (Januari 2016).

Tito adalah penyandang bintang tiga pertama di angkatannya, lulusan AKPOL 1987. Tito adalah bintangnya para bintang. Prestasi akademik nya juga sangat mentereng. Tito adalah penerima bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan terbaik PTIK 1996, dan penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhannas terbaik 2011. Tito juga menyelesaikan pendidikan Sesko di Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (1998); Sespim Pol, Lembang (2000).

Tito juga berhasil meraih gelar akademis Master of Arts (MA) bidang Studi Kepolisian dari University of Exeter, UK (1993); Bachelor of Arts (BA) bidang Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998), dan Ph.D (doctor) bidang Studi Strategis tentang Terorisme dan Radikalisasi Islam di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore, dengan predikat magna cum laude (2013).

Tito adalah keajaiban di tubuh Korps Bhayangkara. Di dilantik menjadi Kapolri dengan melewati 4 angkatan diatasnya dengan menggantikan Jenderal Badroddin Haiti yang angkatan 1982, pada 13 Juli 2016. Salah satu Kapolri termuda selain Jenderal Soekanto Tjokrodiatmodjo (1945-1959), Kapolri pertama dan terlama, dilantik pada usia 37 tahun.

Tito adalah kebanggaan Indonesia. Pelantikannya sebagai Kapolri menorehkan banyak rekor dan membawa harapan baru institusi kepolisian. Tito adalah calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo. Tito lulus fit and proper test dalam sidang paripurna DPR dengan sangat memuaskan. Masyarakat Indonesia memberi apresiasi positif dan menaruh ekspektasi yang tinggi kepada Tito Karnavian.

Tito bukan hanya pilihan Presiden, bukan hanya disetujui DPR sebagai representasi rakyat Indonesia. Tito adalah pilihan Tuhan untuk Indonesia. Takdir dan ketetapan-Nya yang mengantarkan Tito pada posisi saat ini. Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang memilihkan Tito untuk memimpin Korps Tribrata. Tentu saja Tuhan telah memperhitungkan dan mempertimbangkan keputusannya. Tuhan tahu mana yang tepat dan terbaik untuk bangsa ini. Tuhan tahu siapa yang layak dan kuat mengemban amanah ini.

Demikian yang tertulis, demikian yang terjadi. Indonesia memasuki era baru, era yang orang sebut sebagai jaman edan. Era dimana manusia dipenuhi dengan kebencian dan permusuhan. Era dimana fitnah dan sumpah serapah merajalela. Era dimana kebohongan lebih dipercaya dari pada kebenaran.

Kehebatan, keteguhan dan ketangguhan Tito diuji disini. Kejayaan Sriwijaya, darah keluhuran Jawa serta spirit agama yang mengalir dalam diri Tito harus terbukti. Kecerdasan, kesabaran, keberanian dan kedewasaan seorang Tito Karnavian mendapatkan lawan berat saat ini.

Sudah selesai segala macam sanjungan, pujian dan penghargaan diterima Tito. Datanglah berbagai macam fitnah, bully dan caci maki setiap hari. Terjangan badai dan topan datang silih berganti. Anggota Dewan, para pengamat dan masyarakat yang sebelumnya menyanjung dan memuji berbalik memusuhi penuh rasa benci.

Tapi Tito adalah Tito, bintangnya para bintang, terbaik dari yang terbaik, penakluk Sungai Musi yang terpilih. Tuhan sudah mempersiapkan Tito untuk menghadapi situasi ini. Di tengah kebencian dan permusuhan sebagian masyarakat tersimpan harapan perbaikan kondisi negeri. Di tengah kekecewaan sebagian masyarakat kepada institusi polri, tersimpan kebutuhan untuk melindungi dan melayani.

Terbukti, Tito tak bergeming dengan banyaknya hujatan dan pelecehan yang datang tiap hari. Tito tetap komit dan konsisten membawa polri menjadi institusi yang disegani. Konsolidasi, kordinasi, komunikasi dan semangat motivasi terus digemakan kepada seluruh jajaran polri. Silaturahim, pelayanan dan jalinan kasih sayang terus dibangun dengan semua elemen di bawah naungan NKRI.

Jauh di lubuk hati terdalam, Tito tetaplah manusia, yang memiliki perasaan dengan segudang kelemahan. Jika boleh memilih, mungkin Tito lebih bahagia menjadi rakyat biasa yang jauh dari gunjingan dan sorotan media. Jika bisa meminta mungkin Tito lebih tenang berkumpul bersama keluarga tercinta.

Tapi Tuhan sudah memilih, takdir telah tergelar dengan sempurna. Tito dengan seluruh jajaran prajurit Bhayangkara tetap dibutuhkan dan dirindukan kehadirannya. Tito adalah harapan akan adanya perubahan dan keamanan negara. Dia kesayangan dan kecintaan bangsa. Tito Karnavian, True Love Indonesia !!!

Yogyakarta, 28 Februari 2018
Arief Luqman El Hakiem (Bhyangkara Indonesia News, Maspolin dan Blogger Polri).

Senin, 05 Februari 2018

Dapat Tiket Umrah Dari Kapolres, Bripda Nani Teteskan Air Mata

MARTAPURA - Senin 5 Februari 2018 merupakan hari yang mungkin tidak akan terlupa bagi Bripda Nani Yuliani Anggraini. Bagaimana tidak pada hari itu, ditengah acara apel pagi, Bripda Nani mendapat kejutan dari Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.I.K., M.H., berupa tiket menjalankan ibadah umrah.

"Kaget, haru, senang, rasanya campur aduk jadi satu, karena saya tidak pernah menduga akan mendapatkan tiket umrah dari Kapolres," ucap Bripda Nani kepada Sentralone.com melalui selulernya, Senin (5/2/2018) siang.

Apalagi cara Kapolres Banjar yang akrab disapa Nette Boy itu dalam memberikan reward ditengah- tengah pelaksanaan apel pagi yang disaksikan langsung oleh seluruh PJU dan anggota Polres Banjar, menurut Bripda Nani merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya.

"Awalnya tadi saya diperintahkan untuk membacakan reward kepada anggota yang berprestasi, tapi siapa sangka, ternyata reward itu diberikan Kapolres untuk saya sendiri, saya sampai meneteskan air mata," ungkap Bripda Nani.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, reward ini diberikan kepada Bripda Nani Yuliani Anggraini berkat kerja keras, loyalitas, serta dedikasi tinggi dalam bertugas dibawah Satuan Binmas Polres Banjar.

Selain itu, menurut Kapolres, Bripda Nani merupakan sosok polisi wanita yang mempunyai semangat tinggi serta sangat kreatif dalam memberikan ide/ masukan kepada rekan sesama anggota polwan di lingkup Polres Banjar.

"Reward saya berikan karena Bripda Nani memang pantas menerima itu, dan tiket umrah yang saya berikan ini tidak sebanding jika dibandingkan dengan dedikasi serta loyalitas Bripda Nani dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Sat Binmas Polres Banjar," terang Kapolres Banjar.

"Reward ini juga sebagai motivasi bagi anggota lain, agar berlomba- lomba dalam meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," tukas perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.

(Hery Setia /ALH /Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 17 Desember 2017

AKBP. Arief Bahtiar, Menjabat Langsung Menggebrak


Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM bersama istri memasuki mapolres dengan sambutan pedang pora.



KEBUMEN - (18/12/2017) AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM telah resmi, sah dan lengkap menjabat sebagai Kapolres Kebumen setelah digelar acara Kenal Pamit yang digelar di lapangan tenis komplek Mapolres Kebumen, Selasa (12/12). Sehari sebelumnya AKBP. Arief Bahtiar dilantik oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah.

Acara Kenal Pamit sebagai tradisi untuk mengenalkan pejabat baru dan pamitan pejabat lama Polres Kebumen diwarnai suasana haru dan syahdu. AKBP. Titi Hastuti, S.Sos yang baru menjabat selama 8 bulan di Polres Kebumen harus mengemban amanah baru di lingkungan Akademi Kepolisian Semarang. Jajaran Forkimimda Kebumen dan berbagai lapisan masyarakat Kebumen turut hadir menyambut Kapolres baru dan melepas kepergian Kapolres lama.

Doa dan ucapan selamat mengalir tulus dari pejabat dan masyarakat Kebumen untuk Ibu Titi yang hadir didampingi oleh suami tercinta. Suasana makin lengkap dengan acara salam-salaman dan menyanyi bersama. Acara yang berlangsung hingga waktu Asar tersebut diakhiri dengan pelepasan Bu Titi dengan tradisi pedang pora dan kapet merah sampai di atas mobil ayang akan membawanya menuju tugas baru.

Jajaran Forkompimda Kebumen (Kajari, Kapolres baru, Bupati, Kapolres lama, Ketua DPRD, Dandim, Ketua PN)
AKBP. Arief Bahtiar adalah pejabat baru Polres Kebumen yang sudah tidak asing lagi dengan lingkungan masyarakat Jawa Tengah termasuk Kebumen. Beliau pernah menjabat di beberapa Polres di wilayah Polda Jawa Tengah seperti Brebes, Banyumas, Jepara, Pekalongan, Semarang dan jabatan terakhirnnya adalah Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jateng.

Sehari setelah memegang tongkat komando Polres Kebumen, Arief langsung tancap gas. Beliau mengadakan ramah tamah dan pembinaan internal anggota secara lesehan di lapangan tenis Mapolres Kebumen. Beliau juga melakukan pengecekan ruang tahanan Polres untuk memastikan kondisinya bersih dan para tahanan juga diperlakukan dengan baik.

Hari Rabu (13/12) AKBP. Arief Bahtiar melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor pejabat Forkompimda Kebumen. Meski kemarin hari Selasa (12/12) sudah diadakan acara kenal pamit Pejabat Kapolres Kebumen, silaturahmi itu agar Kapolres Kebumen semakin lebih dekat dengan jajaran Forkopimda. Salah satunya dengan bersilaturahmi. Adapun yang dikunjungi Kapolres Kebumen itu adalah, Kodim 0709 Kebumen, Kantor Kejaksaan Negeri Kebumen, dan Kantor Pengadilan Negeri Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar berfoto bersama jajaran perwira Kodim 0709 Kebumen.

Malam hari Rabu (13/12) dinihari, Arief Bahtiar langsung mengunjungi beberapa Mapolsek, diantaranya Polsek Kutowinangun, Prembun dan Poncowarno. Dalam pengecekannya Kapolres tidak sendiri. Namun, polisi nomor satu di Kebumen itu mengajak pejabat utama Polres Kebumen untuk melakukan pengecekan bersamanya. Kapolres Kebumen, saat dihubungi melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, mengatakan jika kegiatan dilakukan secara mendadak untuk mengetahui langsung situasi kondisi Polsek saat malam hari.

Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar didampingi pejabat utama polres melakukan sidak ke Mapolsek Prembun.

Di hari ke 4 menjabat sebagai Kapolres Kebumen, tiba tiba AKBP Arief Bahtiar ingin berkunjung ke Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kebumen. AKBP Arief Bahtiar bersama dengan pejabat utama Polres Kebumen menyambangi anak anak yatim, maupun anak anak piatu di panti asuhan itu. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Usaha dan doa mampu membelokan nasib seseorang. Itulah yang diucapkan Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar saat mengunjungi Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Jalan Mayjend Sutoyo Kebumen, mengajak anak anak panti mengikuti seleksi penerimaan Polri, Jumat (15/12) siang.
Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar memberikan santunan di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kebumen. 
Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, S.I.K.,M.M, dengan didampingi pejabat utama Polres Kebumen melaksanakan silaturahim dikediaman Bapak KH.Nursodik selaku ketua MUI Kebumen, Jumat (15/12/2017).
Kapolres berserta rombongan disambut baik oleh ketua MUI Kebumen KH Nursodik yang juga selaku pengasuh pondok pesantren mambaul iksan yang terletak di lingkungan Masjid Agung Kauman Karanganyar.
Dalam kesempatan ramah tamah ini, selain untuk memperkenalkan diri Kapolres juga ingin mengenal lebih dekat dengan para tokoh agama yang ada diwilayah Kebupaten Kebumen, ” Saya berharap nantinya para tokoh agama ini bisa bersinergi dan membantu tugas-tugas Kepolisian kedepan, khususnya di wilayah hukum Polres Kebumen” Ucap Kapolres. (ALH /Bhayangkara Indonesia News / maspolinnews.blogspot.co.id)
Kapolres Kebumen, AKBP. Arief Bahtiar bersilaturahmi ke Ketua MUI Kebumen, KH. Nursodik.

Senin, 11 Desember 2017

AKBP. Titi Hastuti, Pengabdian 8 Bulan di Kota Beriman



Kebumen - (11/12/2017). AKBP. Titi Hastuti, S.Sos telah resmi mengakhiri pengabdiannya di Kebumen dalam acara sertijab Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Senin (11/12). Beliau menyerahkan tongkat komando Kepala Kepolisian Resor Kebumen kepada AKBP. Arief Bahtiar, SIK, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Jawa Tengah. Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor : ST 2754 / XI / 2017 tertanggal 16-11-2017, AKBP. Titi Hastuti menduduki jabatan baru sebagai Kasubbagum Bagrenmin AKPOL Lemdiklat Polri, Semarang.

Kepemimpinan Bu Titi, sapaan akrab polwan kelahiran Purwokerto 49 tahun silam, terbilang singkat dan mendadak. Namun, rotasi dan pergantian pejabat di tubuh Korps Bhayangkara adalah hal yang biasa dan wajar demi efektifitas pelayanan dan pengamanan masyarakat. Dimanapun dan kapanpun ditugaskan, bagi anggota korps baju coklat harus siap penuh semangat.

Polwan yang memulai karir di kepolisian melalui jalur SEPA (Sekolah Perwira) di Akademi Kepolisian Semarang ini memimpin Polres Kebumen sejak 5 April 2017. Selama 8 bulan, atau tepatnya 250 hari, Bu Titi melewati masa-masa kebersamaan bersama masyarakat Kebumen. Latar belakang pendidikan sarjana sosial yang diperolehnya di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, membuat gaya kepemimpinaan Bu Titi lebih luwes dan humanis. Pendekatan kasih sayang dan kekeluargaan adalah wujud kematangan dirinya sebagai perwira polisi yang berangkat dari jalur sarjana.

Meski hanya 8 bulan masa penagbdian di Polres Kebumen, polwan ramah dan keibuan ini mencatatkan beberapa rekor dan prestasi yang patut dibanggakan. Berikut adalah catatan 250 hari ketika Bu Titi melayani masyarakat pesisir selatan Jawa Tengah bersama jajaran polres Kebumen.

Polwan Pertama Yang Memimpin Polres Kebumen

Selama ini Polres Kebumen selalu dikepalai oleh kaum pria. Bu Titi Hastuti menjadi polwan pertama yang membuat rekor dengan menjadi orang nomor satu di jajaran Polres Kebumen. Bersama 2 pejabat utama yang juga polwan (Kompol. Umy Mariati, Wakapolres dan AKBP. Sriyani, Kabag Sumda), Bu Titi dikenal sebagai 3 Srikandi Polres Kebumen. Kondisi terasa istimewa karena pelantikan beliau pada bulan April sehingga menjadi kado terindah di Hari Kartini bagi masyarakat Kebumen khususnya kaum hawa.

Perwira Jalur Sarjana Pertama Yang Memimpin Polres Kebumen

Hal ini menjadi penting dan relevan untuk dicatat karena latar belakang jalur perwira turut mewarnai model kepemimpinan. Perwira polisi dengan latar belakang sarjana umumnya memiliki kematangan dan kedewasaan sikap, sehingga pola pendekatan dalam mengarahkan anak buah lebih humanis. Hubungan yang dibangun dengan jajaran Forkompimda ( Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) juga warga Kebumen secara umum juga lebih luwes dan cair.

Prioritas Pada Penguatan Internal

Ini mungkin tidak terlalu diekspose oleh media sehingga khalayak Kebumen tidak banyak mengetahui bahwa prioritas utama Bu Titi di Kebumen adalah konsolidasi internal Polres Kebumen, peningkatan kapasitas personil, pembinaan mental anggota, perubahan mindset pelayanan dan penguatan tim kerja yang solid. Pembenahan manajemen anggaran dan penyusunan rencana kegiatan yang matang menjadi titik berat Polwan yang pengalaman 7 tahun di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri.

Menerima Hibah Tanah dan Banguna Polsek

Bu Titi menjalin hubungan yang harmonis dengan jajaran Forkompimda dalam hal ini Bupati Kebumen diwujudkan dengan keberhasilan Polri menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten Kebumen berupa tanah dan bangunan megah berlantai 2, Mapolsek Sruweng yang berada di jalur utama Yogyakarta – Jakarta. Bu Titi juga berhasil melakukan negosiasi dengan salah satu warga Kebumen dalam polemik tanah yang dibangun Mapolsek Kutowinangun, dimana akhirnya warga tersebut secara sukarela menyerahkan tanah tersebut kepada Polres Kebumen.

Menyelenggarakan Binlat Calon Anggota Polri

Program ini adalah instruksi langsung Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. HM. Tito Karnavian, MA, Ph.D agar setiap polres menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan bagi anak muda /pelajar yang ingin mengabdi sebagai anggota Polri. Namun Bu Titi dengan sigap melakukan komunikasi dengan pemda sehingga mendapat anggaran dari APBD untuk menyelenggarakan Binlat bagi ratusan pelajar Kebumen yang akan mendaftar polisi.

Membentuk Polisi Pariwisata

Ini adalah langkah maju Bu Titi dengan Polres Kebumen untuk mendukung program pemerintah daerah menjadikan Kebumen sebagai Kota Tujuan Wisata. Wilayah Kebumen yang kaya akan potensi wisata alamnya mengispirasi Bu Titi membentuk satuan khusus Polisi Wisata dibawah Bag. Obvit untuk melayani dan menjaga secara khusus obyek wisata yang ada di Kebumen. Polisi Wisata ini memiliki ciri khas menarik dengan dasi merah dan seragam kombinasi coklat merah hati.

Jumat Berkah dan Bedah Rumah

Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Bu Titi bersama jajaran Satuan Lalulintas menggagas kegiatan humanis kepolisian berupa Jumat Berkah dan Bedah Rumah. Jumat Berkah adalah aksi para polwan polres Kebumen untuk berbagi paket makan siag dengan kaum dhuafa dan masyarakat Kebumen yang tidak mampu setiap selepas Shalat Jumat. Sementara Bedah Rumah adalah adalah inisiatif Kapolres Kebumen untuk menghimpun dana sukarela dari anggota dan kolega untuk membantu merenovasi rumah tinggal warga Kebumen yang tidak layak huni.

Rekor, Penggerebekan Judi Togel Dengan Barang Diatas 30 Juta Rupiah

Komitmen Bu Titi untuk menjadikan Kebumen betul-betul sebagai Kota Beriman nampaknya bukan main-main. Beliau secara rutin melakukan razia penyakit masyarakat meliputi tindak asusila, miras dan perjudian. Untuk perjudian bahkan Bu Titi turun langsung melakukan pengintaian selama 2 jam di tengah malam untuk menangkap bandar judi togel. Perjuangan Bu Titi dan jajarannya membuahkan hasil ketika berhasil meringkus kawanan bandar judi togel dengan barang bukti uang lebih dari 30 juta rupiah. Sebuah rekor untuk pengungkapan kasus perjuadian togel yang marak di Kebumen.

Membentuk Pasukan Cyber Polri - GERAX

Bu Titi menggandeng komuitas media sosial, Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan MASPOLIN (Masyarakat Polisi Indonesia) untuk mengantisipasi kejahatan media sosial. Hoax dan ujaran kebencian terbukti telah merusak sendi-sendi persatuan bangsa sehingga Presiden Joko Widodo dan Kapolri memberi instruksi khusus kepada jajaran kepolisian untuk membentuk Pasukan Cyber. Pasukan Cyber Polres Kebumen dideklarasikan oleh Kapolres bersama Forkompimda pada 31 Agustus 2017 di Mapolres Kebumen. Pasukan Cyber Polres Kebumen disebut GERAX (Generasi Anti Hoax) beranggotakan ribuan pelajar setingkat SMA yang dibina, dididik dan dilatih untuk melawan kejahatan media sosial.

Demikianlah beberapa catatan AKBP. Titi Hastuti, S.Sos selama menjadi Kepala Kepolisian Resor Kebumen.

Arief Luqman El Hakiem
Katua Relawan TIK Kabupaten Kebumen,

Kabid.  Branding Polri & Kemitraan pada Bhayangkara Indoensia News / Investigative Journalisme.




Jumat, 21 Juli 2017

Krishna Murti, Polisi Ganteng Itu Makin Bersinar Dengan Bintang di Pundak

Jakarta -(21/7/2017) Siapa tidak kenal Krishna Murti, polisi ganteng yang mempopulerkan slogan "Turn Back Crime" ? Perwira menengah dengan pangkat Komisaris Besar Polisi itu kini makin bersinar dengan jabatan barunya sebagai Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri. Artinya Kombes Krishna Murti akan naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal Polisi.

Kapolri, Jenderal Polisi Drs. HM. Tito Karnavian, MA, PhD mempromosikan Kombes Krishna Murti atau yang lebih dikenal dengan KM berdasarkan Surat Telegram bernomor ST/1772/VII/2017 tertanggal 21 Juli 2017, menggantikan Brigjen Mulyana yang sehari sebelumnya dimutasi berdasarkan Surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017, menjadi Direktur Ekonomi Baintelkam Polri.

Sosok Krishna dikenal sebagai polisi profesional yang berpenampilan bersahaja. Ia senantiasa berpakaian apa adanya. Ia berusaha menjaga sikap profesionalisme, berkomitmen menegakkan keadilan, dan mengayomi rakyat sebagai cerminan hidup setiap insan Polri yang selalu memegang teguh Tri Brata.

Karakter Krishna di kepolisian ditempa sejak ia masuk Akademi Kepolisian dan lulus pada 1991 dan memulai karirnya di Polda Jawa Tengah pada 1992- 1994. Tangung jawab dan jiwa kepemimpinannya diuji saat ia dipercaya sebagai pengasuh taruna Akpol pada 1994 -1996. Krishna mendapat kehormatan saat ditunjuk sebagai Komandan Kontingen Polri untuk misi perdamaian PBB di Bosnia pada 1996 -1997.

Pulang dari Bosnia, Krishna dipercaya menjabat Kanit Serse Polwiltabes Surabaya. Pada 1999, ia ditugaskan untuk belajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan berhasil mengukir prestasi menjadi mahasiswa PTIK dengan peringkat terbaik pertama Angkatan XXXV.

Karirnya makin bersinar ketika ia saat menjabat Kapolsektro Penjaringan, Jakarta Utara mengungkap kasus pembunuhan bos PT Asaba, Boedyharto Angsono. Ia kemudian diangkat menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Sebelum ikut Sekolah Kepemimpinan (Sespim) Polri, Krishna juga pernah merasakan menjadi dosen di Lemdikpol Setukpa dan menjadi Wakapolres Depok. Pada 2011, saat menjadi penyidik senior di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareksrim Polri, ia tunjuk menjadi ketua tim dalam mengungkap kasus pembobolan Citibank yang melibatkan pegawai seniornya yakni Inong Malinda yang akrab dikenal dengan nama Malinda Dee.

Tak hanya kasus pembobolan Citibank, Krishna bahkan dipercaya menjadi ketua tim khusus untuk mengungkap pembobolan BCA dengan modus skimming di Bali pada 2010 dan terlibat dalam pengungkapan kasus pajak Gayus Tambunan, serta berhasil mengembalikan aset Bank Century senilai USD 22 juta bersama timnya.
Saat dikirimkan ke PBB di New York sebagai police planning officer PBB, pada 2012 – 2014, ialah polisi Indonesia pertama menjabat posisi itu dan melakukan perencanaan kepolisian pada 17 wilayah konflik seluruh dunia.

Kembali ke Indonesia, Krishna mengikuti Sespimti dan menjadi lulusan terbaik serta termuda di angkatannya. Pada 13 Mei 2015, ia diangkat menjadi Dir Reskrimum Polda Metro Jaya menggantikan Kombes Heru Pranoto.

Belum lama menyandang jabatan tersebut, Krishna diberikan amanat oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menjadi Koordinator Satgas Khusus Polda Metro Jaya untuk mengungkap dugaan kasus suap
dwelling time di pelabuhan Tanjung Priok.

Bersama Tim Satgas Khusus Polda Metro Jaya, Krishna berupaya mengendus, menyelidiki, dan menyidik para tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut. Sejumlah tersangka telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dwelling time ini. Ia tak pernah ragu dalam menjalankan tugasnya, memanggul amanah negara dalam menegakkan keadilan, meski beban itu berat sekalipun.

Nama Krishna Murti makin bersinar ketika terjadi Bom Sarinah yang menghebohkan pada Kamis, 14 Januari 2016. Aksi heroik KM yang saat itu menjabat Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengundang decak kagum dan simpati masyarakat. Bersama jajarannya, KM mengembalikan kepercayaan dan keyakinan masyarakat bahwa Jakarta aman dan kondusif.

Krishna Murti sempat dipromosikan sebagai Wakapolda Lampung sebelum akhirnya dikembalikan ke Mabes Polri pada Divisi Hubungan Internasional dengan Jabatan Kepala Bagian Pengembangan Kapasitas Biro Misinter.

Semoga dengan jabatan yang baru dan bintang di pundak, Krishna Murti bisa membawa Institusi Kepolisian makin baik dan dicintai masyarakat. Selamat bertugas komandan...!!! (Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Kamis, 20 Juli 2017

Irjen Pol. Mochammad Iriawan ; 10 Bulan Menerjang Badai

Jakarta - (20/7/2017) Inspektur Jenderal Polisi Drs. Mochamad Iriawan, SH, MM, MH mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Daerah  Metro Jaya, terhitung sejak hari ini, Kamis (20/7) berdasar Surat Telegram Kapolri Nomor 1768/VII/2017, diganti oleh Irjen. Pol. Idham Azis yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Iwan Bule, panggilan akrab M. Iriawan yang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 16 September 2016  dipindah jabatan menjadi Asops Kapolri. Kurang lebih 10 bulan Iwan Bule memimpin jajaran kepolisian di ibukota dengan segala dinamikanya. 10 bulan yang berat, penuh tantangan, ujian dan benturan. Namun, terbukti Iwan Bule yang matang di satuan Reserse dan Kriminal mampu membawa ibukota Jakarta tetap aman, kondusif dan melewati segala badai Kamtibmas.

Prestasi paling besar Iwan Bule adalah membawa ibukota Jakarta melalui proses regenerasi kepemimpinan yang sangat melelahkan. Dinamika Pilkada DKI Jakarta menyedot perhatian secara nasional bahkan internasional, sehingga menjadi pertaruhan pihak polri dalam mengemban tugas pengamanan. Nyaris saja situasi ibukota chaos ketika Pilkada DKI Jakarta diwarnai dengan kasus penistaan agama yang melibatkan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama.

Disinilah teruji kepemimpinan, pengalaman dan ketegaran seorang Bhayangkara Sejati yang bernama Mochamad Iriawan, lulusan Akpol 1984. Redaksi Bhayangkara Indonesia News mencatat beberapa prestasi besar Iwan Bule selama 10 bulan memimpin Polda Metro Jaya, selain gelaran Pilkada.

Mengungkap Sabu 1 Ton

Terdekat adalah menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu asal China yang dibawa oleh jaringan WN Taiwan. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya.
Pengungkapan sabu yang terbesar sepanjang sejarah ini terungkap setelah pihak Kepolisian Indonesia menerima informasi dari Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman sabu ke Indonesia dalam jumlah besar oleh 6 WN Taiwan. Sabu tersebut dibawa menggunakan Kapal Wanderlust yang berlayar dari Taiwan sejak Juni 2017 lalu.

"Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Kaohsiung City Taiwan kira-kira tanggal 17 Juni, cukup lama dia berlayar," ujar Irjen M Iriawan, Kamis (20/7).

Pengungkapan Pembunuh Italia

Iriawan juga berhasil menangkap perampok yang juga pelaku penembakan Italia Chandra Kirana Putri (23). Salah satu pelaku bahkan harus ditembak mati oleh tim gabungan Polda Metro karena melawan. Iriawan yang sempat berjanji kepada kedua orang tua Italia membuat testimoni bahwa janjinya telah tertunaikan.

"Bapak Ferry dan Ibu Sugiharti, maaf saya tidak bisa silaturahmi ke rumah. Sewaktu saya melayat almarhumah Italia, saya pernah berjanji bahwa saya dan jajaran akan mengungkap kasus yang terjadi yang menyebabkan putri bapak ibu meninggal," kata Iriawan ke kedua orang tua Italia Senin (10/7).

Salah satu pelaku penembak Italia, Sudirman kemudian menyerahkan diri beberapa hari setelah rekannya ditembak polisi. Sudirman mengaku sudah lelah bersembunyi dan merasa hidupnya tidak tenang setelah melakukan aksinya yang menewaskan koas dokter gigi itu.

Mengungkap Perampok di Daan Mogot

Tim Polda Metro di bawah kepemimpinan Iriawan juga berhasil menangkap perampok sadis yang menembak mati korbannya Davidson Tantono (31) di Daan Mogot, Jakarta Barat. Iriawan berhasil mengungkap kasus tersebut hingga peran masing-masing pelaku yang dipimpin tersangka Safril.

"Mereka ada tim-tim sendiri dalam melaksanakan kejahatannya. Kaptennya SFL. Dia terpaksa dilakukan penindakan tegas karena melawan petugas dengan merebut senjata api saat diminta menunjukkan pistol di Banyuwangi," ungkap Iriawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/6).

Pengungkapan Pembunuhan Sadis di Pulomas

Dan publik tentu masih ingat dengan kasus perampokan rumah di Pulomas, Jakarta Timur. Satu persatu pelaku yang tega mengurung korbannya di dalam sebuah kamar mandi itu berhasil diringkus. Iriawan menyebut pelaku profesional dan sadis dalam menjalankan aksinya.

"Kelihatannya (profesional) kalau sesadis itu. Dia kan tahu kalau dimasukkan ke ruangan sesempit itu, dikunci, dimatikan (lampu), gerendelnya dipatahkan tidak mungkin baru sekali," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan saat ditemui detikcom di ruangannya, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Iriawan juga memutar CCTV yang menunjukkan detik-detik saat Ridwan Sitorus alias Ius Pane cs merampok di rumah Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. "Ini mobil tersangka yang datang, Ertiga warna putih. Tersangka Ius Pane turun pakai topi. Ini kamu yang turun, betul?" kata Iriawan, yang disambut anggukan Ius.

Sukses Amankan Aksi Bela Islam

Kepemimpinan Iriawan di Polda Metro juga tak lepas dari keberhasilannya mengamankan berbagai aksi besar sejumlah ormas Islam. Salah satu aksi yang berhasil berjalan damai adalah aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu.

Iriawan pun turut mendampingi Presiden Joko Widodo yang hadir melaksanakan salat Jumat bersama peserta aksi. Iriawan sempat terlihat membantu Jokowi untuk naik ke atas panggung peserta aksi 212.

Keterlibatan Iriawan secara langsung dalam mengamankan aksi sejumlah ormas Islam juga terlihat di aksi 4 September 2016 (Aksi 411). Kesuksesan ini juga tak lepas dari pimpinan ormas yang berkomitmen untuk menggelar aksi damai meskipun membawa massa yang luar biasa besar.

Meski begitu, Iriawan sempat dilaporkan ke Mabes Polri oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) karena video yang dinilai provokatif saat penanganan demonstrasi. Mantan Kapolda Jawa Barat itu membantah dirinya tidak memprovokasi FPI untuk melakukan kekerasan. Ucapan itupun dia lontarkan setelah massa bubar.

"Saya tidak memprovokasi, saya bicara itu setelah kejadian anarkis. Kenapa saya bicara, (karena) jauh-jauh hari seminggu dua minggu sebelum unjuk rasa saya sudah berkomunikasi dengan seluruh ormas yang terlibat bahwa kami akan menjaga dari provokasi yang ada," papar Iriawan.

Tentu saja ada kekurangan dan ketidakpuasan dari masyarakat terhadap Iwan Bule selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Namun jiwa kepemimpinan dan ketegarannya menghadapi bullying dan hujatan patut kita apresiasi dan teladani.

Selamat mengemban amanah baru Jenderal, semoga tetap hebat dan semangat membawa Institusi Polri lebih baik dan dicintai masyarakat. (Arief Luqman El Hakiem / Bhayangkara Indonesia News).

Jumat, 14 Juli 2017

AKBP. M. Sabilul Alif, SH, SIK, MSi Berikan Orasi Ilmiah Pada Wisuda Taruna AKPOL Angkatan 48

Semarang -(13/7/2017) AKBP. Mohammad Sabilul Alif, SH, SIK, MSi, yang saat ini menjabat sebagai Kapolresta Tangerang, Banten didaulat untuk memberikan orasi ilmiah di hadapan Wisuda Taruna Akpol Angkatan 48 Detasemen Hastadharma di Gedung Cendika Akademi Kepolisian, Kota Semarang, Kamis (13/7).

Jendral Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D secara resmi menutup Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 48 Detasemen Hastadharana dan Wisuda ke-3 Sarjana Terapan Kepolisian tahun 2017 di Auditorium Cendrawasih Gedung Catur Prasetya Akpol Semarang.

Dalam acara ini Kapolri didampingi Irwasum Polri Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H., Kalemdiklat Polri Komjen. Pol. Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum., serta Gubernur Akpol Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si.

Hadir Pula Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., Wakapolda Jateng Brigjen Pol Drs. Indrajit beserta Forkopinda serta seluruh orangtua dari Taruna Akpol.

Wisuda ke-3 tahun 2017 ini mengusung tema “Mewujudkan Akademi Kepolisian Menjadi Center Of Excellence Praktek Ilmu Kepolisian Yang Bertaraf Internasional (WCA) Guna Menghasilkan Perwira Polri Yang Promoter”. 52 tahun Akpol mencetak Kader Pemimpin Polri Yang Handal.

Kehadiran AKBP M. Sabilul Alif sebagai orator ilmiah tidak lepas dari berbagai prestasi dan inovasi yang berhasil dikembangkannya selama menduduki jabatan di kepolisian. Sabilul Alif adalah perwira hebat yang pernah membawa nama Institusi Polri dalam pameran inovasi teknologi pelayanan publik di Busan, Korea.

"Sejujurnya, saya masih belum percaya diberi amanat memberikan orasi ilmiah. Saya sadar betul, kompetensi saya belum seberapa. Saya sebenarnya belum pantas berdiri di podium menyampaikan ceramah ilmiah. Saya yakin, masih banyak anggota Polri yang memiliki kapabilitas melebihi kemampuan saya. Namun kembali saya sampaikan rasa hormat dan terimakasih karena kepercayaan diberikan kepada saya" ungkap Sabilul Alif, perwira cerdas yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirlantas Polda Jatim.

"Orasi ilmiah yang saya bawakan diberi judul “Implementasi Ilmu Kepolisian Untuk Kinerja Polri Yang Profesional, Modern, dan Terpercaya”. Kehadiran Akademi Kepolisian sebagai lembaga pendidikan pembentukan bagi perwira kepolisian merupakan bukti bahwa ilmu kepolisian menjadi fondasi dalam upaya Polri melaksanakan tugas pokok dengan langkah-langkah yang sistematis dan juga dilandasi dengan kajian akademik" lanjutnya.

Dihadapan para wisudawan dan jajaran pejabat tinggi polri, Sabilul Alif menyampaikan, bahwa polisi atau kepolisian jangan menjadi “Istana Barbie” atau “menara gading”, yang hanya indah dipandang saja, namun tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Polisi jangan menjadi sosok yang ditakuti namun tidak dikagumi apalagi dicintai. Polisi harus senantiasa berinovasi sebab dicintai masyarakat adalah kata kunci menuju kesuksesan.

Sabilul Alif lantas menceritakan pengalaman dalam membangun komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat ketika menjadi Kapolres Jember, Jawa Timur.

"Saya sampaikan, polisi harus mampu menemukan chemistry dengan masyarakat agar ada keterikatan dalam satu kesatuan dengan masyarakat. Setelah kita mampu menyatu dengan masyarakat barulah kita mulai berpikir untuk meningkatkan pelayanan" terangnya.

"Saya juga membagi cerita mengenai awal mula gagasan pemilihan nama untuk program inovasi. Suatu hari, ketika sedang menyusuri pelosok kampung, saya bertemu dengan kuliner kebanggaan kota Jember. Sejauh memperhatian dan merasakan kuliner itu, kreasi di kepala saya perlahan-lahan mulai meracik untuk menciptakan program inovasi yang mudah dikenal dan dihapal masyarakat Jember" imbuhnya.

Dari sini muncul gagasan untuk memilih istilah tertentu sebagai ikon yang mudah dikenal masyarakat. Hal ini merupakan jalan pemikiran yang sering digunakan oleh kalangan pemasaran, yaitu memilih nama yang mudah dikenal atau nama yang ikonik. Akhirnya dipilih nama “Jember Suwar-suwir” untuk memudahkan masyarakat mengingat nama program inovasi Polres Jember.

Sabilul Alif adalah perwira yang mendapat berbagai penghargaan saat menjabat sebagai Kapolres Jember.

"Saat itu saya diberi penghargaan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Penghargaan diberikan karena Polres Jember dan beberapa Polres lain di Jatim sebagai percontohan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat; baik melalui sistem IT, maupun sinergitas antar-stakeholder" jelasnya.

Diceritakannya raihan penghargaan bukan untuk menyombongkan diri atau pencitraan. Namun sebagai pelecut untuk meningkatkan ghirah para Taruna Akpol dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

"Saya tidak merasa sudah sempurna saat menyampaikan orasi ilmiah. Namun, saya bersyukur karena diberi kepercayaan berdiri di mimbar mulia memberikan orasi ilmiah. Ada perasaan yang tidak bisa saya jelaskan saat saya menutup salam tanda orasi ilmiah telah selesai saya sampaikan. Entah perasaan apa namanya, namun di dalam dada saya ada bangga, tidak percaya, haru, dan lain sebaganya" tutup Sabilul Alif. (Arief Luqman El Hakiem /Maspolin / Bhayangkara Indonesia News).

Minggu, 02 Juli 2017

Subhanallah... Polisi Bantu Evakuasi Ibu Melahirkan di Tol Cipali

Jakarta - (2/7/2017) Maha Suci Allah dengan segala takdir Nya. Kelahiran dan kematian adalah bagian dari takdir, yang hanya Tuhan saja yang berhak memutuskan.

Hari ini kita diperlihatkan akan kuasa-Nya. Seorang anggota polisi dibantu rekan-rekannya melakukan evakuasi dan pertolongan darurat kepada seorang ibu yang melahirkan secara darurat di tengah kemacetan arus balik Jalan Tol Cipali.

Seorang ibu bernama Sukiati (43) melahirkan di pinggir jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 82 saat akan kembali ke Jakarta. Ibu dan bayi yang dilahirkan berada dalam kondisi sehat.

Peristiwa bermula, sekitar pukul 10.40 WIB, saat petugas kepolisian sedang melakukan patroli untuk memantau arus lalu lintas di tol Cipali. Petugas kemudian melihat bus Kiaramas yang berhenti di pinggir jalan dan melihat Sukiati hendak melahirkan.

“Melihat ada seorang ibu yang tergeletak dipinggir jalan hendak melahirkan,” ujar Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Arman Sahti, dalam keterangannya, Minggu (2/7/2017).

AKP Arman pun kemudian meminta bantuan dari penumpang perempuan untuk membantu persalinan Sukiati. Setelah itu, Sukiati bersama anak yang dilahirkannya itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

“Setelah itu segera mengevakuasi bayi dan ibunya ke luar tol menggunakan kendaraan dinas Lantas ke rumah sakit Siloam Purwakarta,” tuturnya.

https://youtu.be/2Kg5dbqp-Dg

Keberadaan Korps Bhayangkara tidak hanya untuk mengamankan dan mengatur lalulintas, namun selalu ada untuk setiap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Disaat semua orang sibuk dengan urusannya sendiri, anggota Korps Tribrata ini justru sibuk membantu urusan orang lain.

Semoga anggota polri yang tanggap ini, ibu yang melahirkan dan bayi yang baru pertama menghirup nafas di dunia diberi keberkahan dan rahmat oleh Allah SWT.

Indahnya Momen 71 Tahun Bhayangkara Indonesia...

Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ke 71 ( 1 Juli 1946 - 2017)

#promoterpolri
#polribaginegeri
#maspolin
#bhayangkaranegara

Dari berbagai sumber.

Sabtu, 01 Juli 2017

SEPAK TERJANG SRIKANDI POLRI DI HARI BHAYANGKARA : Kapolres Wanita Pertama di Kebumen, AKBP Titi Hastuti, S.Sos dan Dinamika Kamtibmas Selama Lebaran 1438 H / 2017 M

KEBUMEN – (1/7/2017) Tahun ini adalah lebaran pertama bagi AKBP Titi Hastuti, S.Sos, polwan pertama yang menjadi Kapolres di Kebumen. Sepak terjangnya sejak menjabat memang luar biasa.

Dilantik pada 5 April 2017 oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Condro Kirono di Mapolda, Bu Titi panggilan akrabnya langsung menggebrak dengan merangkul berbagai kalangan dan elemen masyarakat. Pembawaannya yang ramah dan low profile membuat perwira kelahiran Banyumas ini mudah menyesuaikan dengan dinamika masyarakat Kebumen.

Dalam momen Idul Fitri 1438 H, memimpin Operasi Pengamanan yang disebut Operasi Ramadniya 1438 H, Bu Titi tidak segan turun langsung ke lapangan. Di beberapa kesempatan, nampak polwan yang tujuh tahun berdinas di Itwasum Mabes Polri ini mengatur langsung arus mudik di tengah kemacetan.

Behkan baru saja Bu Titi tertangkap kamera sedang menolong dan membopong sendiri korban lakalantas di Jalan Petanahan - Karanganyar, Kebumen. Kejadiannya ketika Kapolres berserta rombongan sedang mengecek langsung arus balik lebaran. Di jalan raya Petanahan arah Guyangan terjadi lakalantas dua sepeda motor.

Tanpa ragu, Bu Titi langsung memerintahkan menghentikan iring-iringan untuk memberikan pertolongan pada korban. Menyeruak di tengah kerumunan warga yang melihat, Bu Titi segera mengangkat korban dinaikkan ke dalam mobil untuk dilarikan ke rumah sakit.

Hingga tanggal 4 Juli mendatang, para polisi masih fokus melakukan operasi kemanusaan, pengaman Lebaran dengan sandi Ops Ramdniya Candi 2017. Hingga hari ini Jumat (30/06) siang, Polres Kebumen telah berhasil merangkum kejadian selama operasi pengaman Lebaran 2017 dari tanggal 19 Juni kemarin.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH ada beberapa kejadian yang berhasil dirangkum Polres Kebumen selama Operasi.

Diantaranya telah terjadi Kebakaran rumah milik salah satu warga Mirit Ahmad (30) pada hari selasa (27/06) pukul 19.30 wib, dengan kerugian jika ditaksir mencapai 50 Juta Rupiah.

“Curanmor” masih ditemukan. Kali ini menimpa Saring (55) warga Ungaran Kutowinangun pada hari Rabu (28/06). Sepeda motor Honda Supra miliknya raib saat diparkirkan di Halte Bus desanya. Menurut keterangan AKP Willy, sepada motor milik Saring sudah ditemukan berikut tersangkanya.

Masih dengan kasus yang sama, “Curanmor” juga terjadi di desa Ngabean Mirit pada hari Minggu (25/06). Kali ini menimpa Anggit (30) warga Nagbean mirit. Sepeda motor Yamaha Mio miliknya hilang. Sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Polres Kebumen.

Kasus selanjutnya yaitu Copet. Kejadian tersebut menimpa Ilmi Fauziyah (14) warga Sempor pada hari Minggu (25/06) saat menaiki angkutan umum jurusan Karanganyar-Gombong. Dompet berisi dokumen pribadi serta uang tunai 500ribu raib saat perjalan tersebut.

Jambret atau permapasan juga masih ditemui. Korbannya adalah Nurkhasanah warga Bumigung Rowokele. Menurut keterangannya, korban saat itu sedang berjalan kaki, selanjutnya ada pengendara sepeda motor berboncengan menggunakan Yamaha RX-King merebut tasnya di desa Bumiagung. Saat ini kasusunya masih dalam penyelidikan.

Ditemui terpisah, Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Aditya Mulya Ramadani mengatakan, untuk Laka Lantas dari hari pertama ops Ramadniya 2017 hingga siang ini telah terjadi 5 kali kejadian.
Keterangannya, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Kebanyakan korban mengalami luka ringan hingga luka cukup serius saat kecelakaan. Namun jika diglobal, seluruh kerugian dalam kecelakaan tersebut ada 6,4 juta rupiah.  Kini kasusnya sedang ditangani Unit Laka lantas Polres Kebumen.

Data tersebut kami peroleh dari Posko Ops Ramadniya Candi 2017 dari tanggal 19 Juni sampai dengan 29 Juni.

“Masih ada 4 hari lagi, semoga Kebumen selalu kondusif,” tutup Willy.
(humasreskebumen /ALH /Bhayangkara Indonesia News).

Sabtu, 24 Juni 2017

AKBP Leo Simarmata, S.Sos, SIK, MH, Kapolres Mojokerto ; Begitu Menjabat Langsung Menggebrak

Mojokerto - (22/6/2017) Sosok perwira menengah nan  ramah memiliki nama lengkap Leonardus Harapantua Simarmata Permata, belum genap satu minggu menjabat Kapolres Mojokerto, Jawa Timur dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP.

Tidak perlu lama pemanasan, polisi berdarah Batak ini langsung menggebrak dengan berbagai macam giat spektakuler. Baru saja beliau memimpin pembagian zakat dan sedekah kepada para dhuafa di Mojokerto.

Hari ini, Kamis (22/6) saya berkesempatan meliput Bang Leo, panggilan akrab lulusan Akpol 1997 ini, memimpin apel keamanan gabungan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan konflik warga Desa Medali Kecamatan Puri, Mojokerto dengan pabrik karet PT Bumi Nusa Makmur yang hari ini memasuki putusan sidang PTUN.

Gelar pasukan gabungan tersebut berasal dari unsur TNI, Satpol PP, Brimob Polda Jatim, Dalmas Polda Jatim dan dari anggota Polres Mojokerto sendiri dengan total jumlah hampir mencapai seribu personil. Kendaraan water Cannon dan Barakuda juga nampak disiagakan untuk mengantisipasi jika terjadi kerusuhan.

Sekadar diketahui, Bupati Mojokerto memutuskan mencabut Izin Gangguan Pabrik Karet PT Bumi Nusa Makmur (BNM). Pencabutan ini berdasarkan Keputusan Bupati No. 188.45/792/HK/416-012/2016 tentang pencabutan Keputusan Bupati No. 188.45/1380/HK/416-012/2008 tentang izin gangguan pendirian perusahaan industri karet dan plastik serta barang-barang dari karet atau plastik PT. Bumi Nusa Makmur tertanggal 08 Desember 2016.

Dalam keputusan itu, disebutkan bahwa pabrik yang beralamat di Dusun Pesantren, Desa Medali, Kecamatan Puri, harus menghentikan kegiatan usahanya. Melalui Kuasa hukumnya, PT BNM melakukan gugatan ke PTUN dengan tergugat Pemkab Mojokerto.

Selesai memimpin apel keamanan, bang Leo melanjutkan giat silaturahmi dengan Ketua beserta pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto. Bertempat di rumah Ketua MUI Mojokerto, KH. Mashul Ismail di Desa Gayam, kecamatan Bangsal, Kapolres disambut hangat penuh persaudaraan oleh para tokoh agama dan pemimpin ormas Islam di Mojokerto.

Dalam pertemuan tersebut, Bang Leo, sebagai Kapolres yang baru menjabat melakukan perkenalan dan meminta doa serta dukungan para ulama agar Mojokerto aman dan kondusif. Selanjutnya para tokoh agama tersebut menyampaikan uneg-uneg dan saran masukan terkait kondisi Kamtibmas di Mojokerto, seperti kenakalan remaja dan maraknya balapan liar.

Karakter Bang Leo yang ramah dan murah senyum tidak hanya ketika menjabat Kapolres di Mojokerto. Sebelumnya ketika menjadi Kapolres Kota Batu Malang, Jawa Timur, bang Leo juga selalu merangkul semua elemen dan lapisan masyarakat.

Ada pernyataan menarik dari salah satu tokoh pemuda Batu Malang ketika Bang Leo berpamitan untuk pindah tugas ke Mojokerto. Elvis Refualu, selaku juru bicara dari organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila mengaku bangga dan mendapat suatu perhargaan yang takternilai bisa bekerjasama dengan Kapolres Leo Nardus Simarmata.

“Pak Kapolres Leo sebentar lagi akan meninggalkan Kota Batu. Terus terang kami sangat merasa kehilangan,” kata dia.

Menurut dia, Kapolres Leo bertugas di Kota Wisata Batu sangat singkat. Hanya satu tahun lima bulan. Meski begitu, kata dia, “Kepemimpinan beliuabeliau sangat berharga. Apalagi beliau selalu berusaha mendekatkan diri ke semua lapisan masyarakat bawah. Sehingga masyarakat bisa dekat dengan kepolisian,” ungkapnya.

Kedekatan Kapolres dengan para tokoh ini telah dibangun sejak beliau menjabat sebagai Kapolres Batu pada awal 2016 silam, sehingga situasi kamtibmas wilayah yang dipimpinnya selalu aman kondusif.

Semoga di tempat yang baru, Kabupaten Mojokerto, AKBP Leo Simarmata tetap ramah, bersahaja dan selalu membawa kebaikan serta kedamaian bagi masyarakat. Selamat bertugas dan mengemban amanah Abang Leo..

Arief Luqman El Hakiem ( Bhayangkara Indonesia News).


Jumat, 09 Juni 2017

Kombes Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH, MM : Idola Para Ibu yang Kini Menjabat Wakapolda Jambi

Jambi – (23/05/2017) Kombes Pol Drs. Ahmad Haydar, SH, MM, mulai hari Selasa (23/5) resmi menjabat sebagai Wakapolda Jambi setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Wakpolda Jambi yang lama Kombes Pol Mukhlis AS kepada Kombes Pol Ahmad Haydar.

Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1225/V/2017 tanggal 7 Mei 2017, Kombes Pol Mukhlis AS dimutasi lagi menjadi Pamen Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara itu Kombes Pol Ahmad Haydar sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Tipidter Bareskrim Polri.

Tahun 2008, Ahmad Haydar, pernah menjadi idola para ibu, ketika menjabat sebagai Kapolres Salatiga, Jawa Tengah dengan pangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Maklumlah, pejabat kepolisian yang satu ini memang dikenal ramah dan murah senyum selain berwajah tampan. Siapa pun yang melihatnya pasti akan berkesimpulan bahwa Kapolres Salatiga orang Arab.

Memang, dari wajahnya dapat ditebak kalau darah Arab mengalir dalam tubuhnya. Perawakannya yang tinggi, hidung mancung, alis mata tebal, dan sorot mata yang tajam benar-benar khas penduduk jazirah kaya minyak itu.

Padahal, “Saya ini orang Jawa asli. Tempat kelahiran saya di Kota Kudus. Memang saya orang keturunan, keturunan ibu dan bapak,” candanya ketika berbincang santai dengan HB di ruang kerjanya yang sejuk.

Sebenarnya, menjadi polisi bukanlah cita-cita Haydar kecil. Ketika duduk di bangku SMP dia ingin menjadi seorang insinyur pertanian. Lambat laun harapan tersebut berubah. Laki-laki yang lahir pada tanggal 9 September 1965 ini mantab memilih menjadi taruna ketika masih di bangku SMA.

Lulus SMA pada tahun 1985, Haydar masuk AKABRI meskipun sang ibu kurang setuju.

“Bayangkan, saya harus merayu beliau dan menyakinkannya agar boleh menjadi polisi,” tuturnya.

Akhirnya sekitar 2 tahun sejak kelas 2 SMA rayuan Haydar terkabul.

“Kalau bapak saya setuju dan mendukung saya memilih profesi ini. Setelah saya seperti ini, ibu sangat bersyukur,” tambahnya.

Tamat dari AKABRI, Haydar langsung ditugaskan di Kalimantan Timur menjadi Komandan Penjagaan. Enam bulan berikutnya, Haydar diangkat sebagai Kanitserse Polres Balik Papan.

Setelah tiga tahun, suami Desiree Ahwil ini naik jabatan lagi sebagai Wakil Kepala Satuan Serse. Jabatan ini dipegangnya selama setahun.
Karir Haydar selanjutnya adalah penyidik reserse tindak pidana tertentu (tipiter) kasus kehutanan. Kemudian pidah lagi menjadi penyidik reserse ekonomi.

Pada tahun 1996, Haydar pindah ke Bontang sebagai Kepala Bagian Operasi. Setahun kemudian, Haydar masuk ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Lulus dari PTIK pada tahun 1999, Haydar menempati posisi Penyidik Madya unit narkotika di Kalimantan Timur. Tak lama berselang, pria yang enak diajak ngobrol ini diangkat menjadi penyidik Narkotika Mabes Polri. Hasilnya?

“Baru-baru ini ada dua orang (Samuel dan Hersen) terpidana mati karena kasus narkoba. Itu adalah orang yang saya tangkap tujuh tahun lalu,” ungkapnya.

Haydar sempat menjalani tugas sebagai Kasat Serse Ekonomi Polda NAD (Aceh pada tahun 2005. Tugas ini dilanjutkan menjadi penyidik madya unit industri perdagangan di Bareskrim Polri, Kalimantan Timur. Kasus yang ditanganinya adalah tindak pidana ekspor-impor, hak kekayaan intelektual (HAKI), dan tindak pidana ekonomi sebelum pada akhirnya terdampar di Salatiga.

Menurut Haydar, kondisi Salatiga sangat kondusif. Kesadaran masyarakat akan hukum juga relatif cukup. “Pelanggaran hukum atau tindak kriminal tidak banyak. Kalau pelanggaran lalu lintas banyak, namun masih wajar.”

Haydar juga menghimbau agar masyarakat menjaga kewaspadaan, karena kejahatan bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Masyarakat juga sudah harus tertib dalam berlalu lintas agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

“Kami mengharapkan kritik dan saran selama 24 jam. Laporan bisa langsung ke nomor Polres,” tutupnya.( Lilik Adhi / Arief Luqman El Hakiem/ Bhayangkara Indonesia News).