Cari Blog Ini

Senin, 13 Februari 2017

KAPOLRES KEBUMEN : Sudah Bukan Saatnya Menakuti Anak dengan Membawa Polisi

Kapolres Kebumen, AKBP Alpen meyalami dengan lembut anak-anak TK dari Kecamatan Adimulyo, Kebumen.


KEBUMEN – (14/2/2017) Sekarang ini sudah bukan jamannya menakuti anak dengan membawa nama polisi. Hal ini yang dikatakan langsung Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH saat kegiatan Polsanak dari TK gugus Candimulyo di Polres Kebumen, Selasa (14/02).

Kapolres Kebumen sangat menyayangkan jika masih ada orang tua menakuti anaknya agar nurut dengan menyebut polisi.

“Hal itu, harus segera ditinggalkan, itu cara kuno,” ucapnya.

Maka dari itu, untuk menepis anggapan itu, Polres Kebumen melakukan kegiatan belajar bersama  agar anak anak TK lebih akrab dengan polisi.

Dijelaskan AKBP Alpen,kegiatan ini merupakan anggenda rutin serta program unggulan Polres Kebumen.

Dalam kesempatan itu, bahkan, Kapolres Kebumen mengajak murid murid masuk ke runag kerjanya. Hal ini tidak laian agar anak anak tidak lagi menganggap bahwa Polisi adalah hal yang menakutkan.
(humas/polres kebumen / maspolinnews.blogspot.co.id).





KUSWORO ; Pejudo Kebumen, Jenderal Bintang Satu Menjabat Kadisdik TNI AU

Kepala  Staf TNI AU (Kasau) Marsekal  TNI Agus Supriatna  melantik dan mengukuhkan Kolonel Pnb Kusworo sebagai Kepala Dinas Pendidikan TNI AU (Kadisdikau) yang baru, menggantikan Marsekal Pertama (Marsma) TNI H. Haryono, M.Sc.  Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung secara sederhana di Mabesau, Senin (13/11).


JAKARTA - (14/2/2017) Satu lagi putra daerah yang mengharumkan nama Kebumen. Adalah Marsekal Pertama TNI Kusworo, S.E., M.M. (lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 12 Februari 1967; umur 50 tahun) merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan TNI AU (Kadisdiskau). 

Kusworo dilantik dan dikukuhkan sebagai Kepala Dinas Pendidikan TNI AU (Kadisdikau) yang baru oleh Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna, menggantikan Marsekal Pertama (Marsma) TNI H. Haryono, MSc, Senin (13/11/2016). Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung secara sederhana di Mabesau.

Kusworo adalah atlet Judo asal Kebumen yang berlatih di Dojo Judo Waza Gombong (JWG), dibawah asuhan Sensei Soetarno (alm). Didikan mental dan fisik dorongan kuat dari Sensei Soetarno selama berlatih Judo, menjadikan Kusworo muda termotivasi untuk mengabdi menjadi prajurit TNI.

Kusworo muda diterima menjadi Calon Prajurit Taruna dan dilantik menjadi Letnan Dua lefting tahun 1988 B, yang merupakan penerbang tempur F-16. Berbagai jabatan yang pernah diduduki Kolonel Pnb Kusworo diantaranya Danlanud Palembang, Kadispers Lanud Iswahyudi, Danwingkar AAU, Danskadik 101 Lanud Adi Sutjipto. Selain itu beliau juga pernah menjabat Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adi Soemarmo periode 2004-2006, Danlanud Adi Sumarmo dari 21 November 2011 sampai dengan 20 Agustus 2013.

Karier Militer

  • Danlanud Palembang
  • Kadispers Lanud Iswahyudi
  • Danwingkar AAU
  • Danskadik 101 Lanud Adi Sutjipto
  • Kadisops Lanud Adi Soemarmo periode (2004-2006)
  • LO AU Kodam II/Sriwijaya (2009)
  • Danlanud Adi Sumarmo (2011-2013)
  • Dirpers Kodikau
  • Paban I/Renstra Srenaau
  • Kadisdikau (2016-Sekarang)

Selamat dan sukses buat sahabat, senior dan pelatih hebat, Marsekal Pertama TNI Kusworo, SE, MM, semoga bisa membawa kebaikan buat Kebumen, klub Judo Waza Gombong dan Indonesia pada umumnya. (Arief Luqman el Hakiem / maspolinnews.blogspot.co.id).

Presiden Joko Widodo Rombak SOTK Polri


Dengan pertimbangan untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang semakin berkembang dan bertambah, baik beban maupun tanggung jawab, pemerintah memandang perlu penataan organisasi dan tata kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu dilakukan penyesuaian.

Atas dasar pertimbangan tersebut pada 17 Januari 2016, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurut Perpres ini, organisasi Polri disusun secara berjenjang dari tingkat pusat sampai tingkat daerah berdasarkan daerah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Organisasi Polri sebagaimana dimaksud terdiri dari: a. Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, disingkat Mabes Polri; b. Kepolisian Daerah, disingkat Polda; c. Kepolisian Resor, disingkat Polres; dan d. Kepolisian Sektor, disingkat Polsek.

Mabes Polri, menurut Perpres ini, terdiri atas: a. Unsur Pimpinan: 1) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri); dan 2) Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Adapun unsur Pengawas dan Pembantu Pimpinan: 1) Inspektorat Pengawasan Urnum; 2) Asisten Kapolri Bidang Operasi; 3) Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran; 4) Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia; 5) Asisten Kapolri Bidang Logistik (pada Perpres No. 52/2010 diisi Asisten Kapolri bidang Sarana dan Prasarana); 6) Divisi Profesi dan Pengamanan; 7) Divisi Hukum; 8) Divisi Hubungan Masyarakat; 9) Divisi Hubungan Internasional; 10) Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (sebelumnya hanya Difisi Informasi); dan 11) Staf Ahli Kapolri.

Unsur Pelaksana Tugas Pokok, menurut Perpres ini terdiri dari: 1) Badan Intelijen Keamanan; 2) Badan Pemelihara Keamanan; 3) Badan Reserse Kriminal; 4) Korps Lalu Lintas; 5) Korps Brigade Mobil; dan 6) Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Sedangkan unsur Pendukung terdiri dari: 1) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan; 2) Pusat Penelitian dan Pengembangan; 3) Pusat Keuangan; 4) Pusat Kedokteran dan Kesehatan; dan 5) Pusat Sejarah.
Mengenai Asisten Kapolri bidang Logistik atau disingkat Aslog Kapolri, menurut Perpres ini, merupakan unsur pembantu pimpinan dalam bidang manajemen logistik yang berada di bawah Kapolri.

“Aslog Kapolri sebagaimana dimaksud mempunyai tugas membantu Kapolri dalam penyelenggaraan manajemen logistik di lingkungan Polri, dipimpin oleh Asisten Kapolri Bidang Logistik disingkat Aslog Kapolri yang bertanggung jawab kepada Kapolri,” bunyi Pasal 11 ayat (2) Perpres tersebut.
Sementara pada ayat 4 ditambahkan, Aslog Kapolri terdiri atas paling banyak 5 (lima) biro.
Adapun Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi atau disingkat Div TIK, menurut Perpres ini, merupakan unsur pembantu pimpinan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang berada di bawah Kapolri, dan mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Polri.

“Div TIK dipimpin oleh Kepala Div TIK disingkat Kadiv TIK yang bertanggung jawab kepada Kapolri. Div TIK terdiri atas paling banyak 3 (tiga) biro,” bunyi Pasal 16 ayat (3,4) Perpres ini.

Menurut Perpres ini, Badan Pemelihara Keamanan disingkat Baharkam dipimpin oleh Kepala Baharkam disingkat Kabaharkam yang bertanggung jawab kepada Kapolri. “Baharkam terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Korps dan 2 (dua) biro. Masing-masing Korps sebagaimana dimaksud terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Direktorat,” bunyi Pasal 19 ayat (4,5) Perpres ini.

Pada Perpres sebelumnya, Kabaharkam dibantu oleh seorang Wakil Kabaharkam disingkat Wakabaharkam, dan Baharkam terdiri dari paling banyak 6 (enam) direktorat dan 2 (dua) biro.
Sedangkan Badan Reserse Kriminal disingkat Bareskrim dipimpin oleh Kepala Bareskrim disingkat

Kabareskrim yang bertanggung jawab kepada Kapolri, dibantu oleh seorang Wakil Kabareskrim disingkat Wakabareskrim. Bareskrim terdiri atas paling banyak 6 (enam) direktorat, 3 (tiga) pusat dan 4 (empat) biro. (Sebelumnya terdiri dari paling banyak 5 (lima) direktorat, 3 (tiga) pusat, dan 4 (empat) biro).

Untuk Korps Lalu Lintas atau disingkat Korlantas, menurut Perpres ini, dipimpin oleh Kepala Korlantas disingkat Kakorlantas yang bertanggung jawab kepada Kapolri. “Korlantas terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Direktorat,” bunyi Pasal 21 ayat 4 Perpres ini. Sementara di Perpres sebelumnya tidak disebutkan jumlah direktoratnya.

Korps Brigade Mobil atau disingkat Korbrimob yang dipimpin oleh Komandan Korbrimob disingkat Dankorbrimob yang bertanggung jawab kepada Kapolri. Dankorbrimob dibantu oleh Wakil Dankorbrimob disingkat Wadankorbrimob. “Korbrimob terdiri atas paling banyak 2 (dua) Pasukan,” bunyi Pasal 22 ayat (5) Perpres ini. Pada Perpres sebelumnya tidak disebutkan adanya 2 (dua) Pasukan.

Terkait Lembaga Pendidikan dan Pelatihan atau disingkat Lemdiklat, menurut Perpres ini, dipimpin oleh Kepala Lemdiklat disingkat Kalemdiklat yang bertanggung jawab kepada Kapolri. “Kalemdiklat dibantu oleh Wakil Kalemdiklat disingkat Wakalemdiklat,” bunyi Pasal 24 ayat (3a) Perpres ini. Sebelumnya tidak disebutkan adanya jabatan Wakalemdiklat.

Menurut Perpres ini, unsur pelaksana Lemdiklat terdiri dari: a. Sekolah Staf dan Pimpinan; b. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian; c. Akademi Kepolisian; d. Sekolah Pembentukan Perwira; e. Pendidikan dan Pelatihan Khusus Kejahatan Transnasional; dan f. Pendidikan dan Pelatihan Reserse (sebelumnya tidak ada).

Eselonisasi

Perpres ini menegaskan, Wakapolri, Irwasum, Kabaintelkam, Kabaharkam, Kabareskrim, Kalemdiklat, Asops, Asrena, As SDM, Aslog merupakan Jabatan eselon I.a. Sedangkan Wairwasum, Wakabaintelkam, Wakabareskrim, Kadivpropdffi, Kadivkum, Kadivhumas, Kadivhubinter, Kadiv TIK, Kakorlantas, Dankorbrimob, Kadensus 88 AT, Kepala Korps pada Baharkam, Wakalemdiklat, Kasespim, Ketua STIK, dan Gubernur Akpol merupakan Jabatan eselon I.b.

Sahli Kapolri merupakan jabatan eselon I.b; dan Kapolda merupakan jabatan eselon II.a dan setinggi-tingginya eselon I.b. Sedangkan Wadankorbrimob, Danpas Gegana, Danpas Pelopor, Wakadensus 88 AT Polri, Kases pada Sespim Polri, Waket STIK, Wagub Akpol, Kasetukpa, Kadiklatsus Jatrans, Kadiklat Reserse, Kepala Biro, Direktur, Kepala Pusat, Inspektur Wilayah, Ses .lVCB-Interpol Indonesia, Karumkit Bhayangkara Tk. I merupakan Jabatan eselon II.a. (4b) Wakapolda Tipe A/A Khusus merupakan Jabatan eselon II.a.

Dalam lampiran Perpres ini disebutkan adanya 6 (enam) jabatan dengan pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang 3 (tiga), yaitu: Wakapolri; Irwasum; Kabaintelkam; Kabaharkam; Kabareskrim; dan Kalemdiklat. Untuk jabatan setingkat Asisten, meskipun sama-sama dalam kelompok jabatan eselon I.a, namun kepangkatannya adalah Inspektorat Jenderal (Irjen) atau bintang 2 (dua).

Penentuan kepangkatan dan eselon jabatan masing-masing Kapolda, menurut Perpres ini, ditetapkan dengan Keputusan Kapolri berdasarkan atas pertimbangan beban tugas pada masing-masing daerah.
“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 19 Januari 2017 itu. (Pusdatin/ES /setkab.go.id)

Sabtu, 11 Februari 2017

Wakapolda Jateng Kunjungi Pondok Pesantren Al Huda, Jetis, Kebumen


KEBUMEN - (11/2/2017) Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Brigjen Pol Firli, MSi, hari ini, Sabtu (11/2/17) mengunjungi Pondok Pesantren Al Huda Pimpinan KH Wahib Machfuds yang berada di Jetis, Kauman, Kutosari, Kebumen.

Sebelum mengunjungi Pondok Pesantren, Wakapolda Jateng yang hadir menggunakan helikopter Direktorat Polisi Udara Polda Jateng itu mendarat di Alun-alun Kebumen pukul 09.00 wib itu terlebih dahulu mengunjungi Markas Polres Kebumen yang terletak di Jalan Tentara Pelajar Nomor 39 Kebumen.

Setelah menerima Jajar Kehormatan dari satu regu Dalmas Satuan Sabhara Polres Kebumen, Brigjen Firli, M.Si., yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kebumen, berkenan memberikan arahan kepada seluruh pejabat utama, beserta para Kapolsek, Perwira Staf dan Bintara se Polres Kebumen di Gedung Tri Brata Polres Kebumen.

Dalam arahan nya, Wakapolda Jateng mengajak kepada seluruh personel Polres Kebumen untuk selalu mendekatkan diri kepada warga masyarakat.

Sudah saatnya Polri harus benar benar berada di tengah masyarakat.

Usai memberikan arahan kepada personil Polres Kebumen, Brigjen Firli, S.H., M.Si. mengunjungi Pondok Pesantren Al Huda guna menghadiri acara yang bertajuk "Temu Kangen Ulama Kebumen."

Dalam sambutan nya, Wakapolda Jateng mengajak para kiyai dan santri untuk saling membaur bersama dengan Polri mewujudkan negeri yang aman.

Acara yang berlangsung khidmat, tertib dan akrab tersebut selesai kurang lebih pukul 11.45 wib. Masyarakat Kebumen yang berada di sekitar Alun-alun Kebumen pun melambaikan tangan saat helikopter yang membawa Brigjen Firli lepas landas menuju ke arah Pekalongan guna kunjungan dinas lain nya. (Humas Res Kebumen / maspolinnews.blogspot.co.id).

Jumat, 10 Februari 2017

Polres Kebumen Raih Juara 1 E-Bhabin Se Jateng, Dikunjungi Kedutaan Besar AS

Daniel Hoseph dari Kedubes Amerika Serikat dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarod Padakova di Command Center Smile Police Polres Kebumen (foto : Humas Res Kebumen).


KEBUMEN – (9/2/2017) Setelah dilaunching kan Aplikasi Android Smile Police yang merupakan trobosan Kapolda Jawa tengah Irjen Pol. Condro Kirono, pada tanggal 4 Februari di Polda Jawa Tengah dan Polres Kebumen meraih peringkat pertama untuk aplikasi E-Bhabinkamtibmas, hari ini mendapat kunjungan dari perwakilan Kedutaan Amerika Serikat, Kamis (09/02).

Daniel Hoseph Kimbal (50) seorang warga Amerika Serikat yang ditugaskan di Kedutaan Besar negaranya di Indonesia berkesempatan berbincang bincang mengenai aplikasi yang merupakan trobasan Polda Jateng.

Saat berbincang bincang dengan AKP Khadik Widayat sebagai Perwira pengendali Command Center Smile Police Polres Kebumen, Daniel sangat kagum dengan trobosan Polda Jateng yang menurutnya baru kali ini menjumpai aplikasi semacam itu.“Kita sangat kagum, aplikasinya sangat sederhana namun fungsinya luar biasa. Jika ada warga dalam situasi bahaya, hanya dengan memencet tombol SOS yang berda di Aplikasi Panic Botton di HP Android, polisi akan segera datang,” ucapnya di ruang Command Center saat kunjungan.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dirinya mengunjungi Polres Kebumen karena mendapat peringkat pertama kegiatan aplikasi E-Bhabinkamtibmas melalui berbagai sumber.Daniel yang merupakan mantan Angkatan Darat AS itu, ditugaskan oleh Keduataannya yang beralamatkan di Jakarta, saat dimintai untuk memberikan masukan tentang aplikasi ini, ia hanya geleng geleng kagum dengan trobosan  dari Kepolisian di jawa tengah. (humas/polres kebumen / maspolinnews.blogspot.co.id)

Senin, 30 Januari 2017

SEGERA BENTUK TIM SATGAS SABER PUNGLI…!!! Surat Terbuka Buat Bupati Kebumen ( Ir. HM Yahya Fuad, SE )

Arief Luqman el Hakiem salam komando dengan Katua Pelaksana Satgas Saber Pungli, Komjen Pol. Drs. Dwi Priyatno, SH, yang juga menjabat sebagai Irwasum Polri. (Foto oleh Moh. Khoiruddin).

Kepada,
Yth. Bupati Kebumen
Di KEBUMEN

Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh…
Semoga keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya,

Pak Bupati yang terhormat…
Perkenankan saya menyampaikan uneg2 dan isi hati saya terkait peristiwa OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK terhadap warga Kebumen.

Saya menulis surat ini bukan karena saya sok tau ato sok pintar, tetapi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian saya kepada tanah kelahiran saya Kebumen.

Pertama-tama, saya turut prihatin dan ikut mendoakan, semoga badai yang menerpa Kebumen menjadi pelajaran dan membuat masyarakat Kebumen makin baik dan bersih, sehingga rahmat dan berkah Allah SWT dibuka dari pintu langit dan bumi.

Pak Bupati yang terhormat…
Bagi beberapa orang, Kasus OTT ini mungkin diaggap sebagai musibah yang mencoreng nama Kebumen di mata orang luar. Namun, saya menganggap, ini adalah hikmah dan berkah. Kebumen menjadi lebih dikenal karena sering masuk berita di media nasional.

Secara internal masyarakat Kebumen, kasus ini menjadi trigger tumbuhnya kepedulian dan perhatian.
Dalam banyak kesempatan, di media sosial maupun dalam obrolan santai masyarakat, topik ini menjadi pembicaraan hangat. Masyarakat Kebumen belajar berpendapat dan berargumen. Terbersit harapan agar kasus ini jadi momentum bersih-bersih dan merubah wajah Kebumen menjadi lebih baik dan terhormat.

Bagi para pejabat dan wakil rakyat, kasus ini menjadi semacam peringatan, bahwa mereka selalu diawasi dalam menyelenggarakan pemerintahan dan mengelola uang rakyat. Uang dan jabatan bukan untuk diperebutkan, tetapi untuk dipertanggungjawabkan.

Pak Bupati yang terhormat…
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada pada diri saya, perkenankan saya menyampaikan beberapa uneg2 yang mungkin bisa disebut saran ato masukan.

1.     Kasus OTT KPK ini adalah momentum yang baik untuk memulai sebuah gerakan besar dan revolusioner “Bersih-Bersih” dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kebumen. Hail ini bisa berbentuk seruan dan ajakan yang massif dari Bupati dan jajarannya dalam setiap kesempatan bicara di tengah masyarakat.

2.  Gerakan bersih-bersih ini dapat dilembagakan dengan membentuk Satgas SABER PUNGLI dan KKN (Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar dan KKN /Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Hal ini seperti dilakukan pemerintah pusat, dimana Presiden Joko Widodo juga telah membentuk SATGAS SABER PUNGLI dengan Menkopolhhukam sebagai penanggung jawab dan Irwasum Polri, Komjen Pol. Drs. Dwi Priyatno, SH sebagai Ketua Pelaksana.

3.  Kasus OTT KPK ini juga mengandung hikmah yang luar biasa, karena bertepatan dengan penyusunan SOTK ( Struktur Organisasi dan Tata Kerja ) pemerintahan Kabupaten Kebumen yang baru di bawah kepemimpinan Bupati, Ir. HM. Yahya Fuad, SE. Bupati bisa lebih selektif dan professional dalam memilih pegawai yang akan menduduki jabatan dalam SOTK yang baru. Hal ini pernah dilakukan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang segera melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajarannya di Disdikpora pasca tragedy korupsi yang mirip di Kebumen.

4.  Bupati sebaiknya mengumpulkan para pejabat utama Pemkab Kebumen dan para pendukung (tim suksesnya) dari kalangn non pegawai untuk menyamakan persepsi dan visi misi dalam menata dan membangun Kebumen ke depan, sehingga da kesepahaman dan kesamaan gerak langkah. Mengingatkan kembali akan slogan dan janji semasa kampanye, “NO KORUPSI NO UPETI”.

5.  Sebagai panglima tertinggi di Kebumen, Bupati harus memotivasi dan meyakinkan masyarakat untuk tenang, mengajak bangkit dan memperkuat  persatuan kesatuan, membangun optimisme masyarakat bahwa Kebumen akan lebih baik dan maju pasca peristiwa OTT KPK ini.

Pak Bupati yang terhormat…
Peristiwa OTT KPK ini mungkin cara Tuhan untuk menolong Anda dan masyarakat Kebumen untuk keluar dari lingkaran setan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang selama ini mengakar di lingkup Pemkab Kebumen.

Semoga dengan kejadian ini, masyarakat Kebumen makin dewasa dan bijaksana, makin bersih dan behati-hati dalam melangkah.

Rakyat Kebumen tercinta, bangkit dan bersatulah untuk menjadikan Kebumen yang lebih baik dan sejahtera.

Pak Bupati yang terhormat…
Demikian surat terbuka saya, ada salah dan khilafnya, saya mohon maaf…

Yogyakarta, Senin Pahing 24 Oktober 2016 M / 22 Muharam 1438 H
Hormat saya,

Arief Luqman el Hakiem

Jumat, 27 Januari 2017

SEJARAH, ARTI NAMA DAN LAMBANG MASPOLIN



Maspolin kependekan dari Masyarakat Polisi Indonesia adalah komunitas masyarakat yang concern dan peduli dengan instistusi kepolisian. Pertama kali terbentuk dari interaksi di media sosial Facebook kemudian semakin intens dalam diskusi di media WhatsApp. Pegiatnya lintas wilayah dan profesi, dari masyarakat biasa, para jurnailis dan awak media, pengusaha, mahasiswa, pengacara, aktifis sosial dan polisi yang masih berdinas aktif. Kami sering menyebut para pegiat Maspolin dengan istilah Netizen Polri.

Para pegiat Maspolin secara aktif melakukan conter opini dan mengangkat berita-berita seputar kegiatan polisi di media sosial dan website. Kami secara proaktif berkomunikasi dengan jajaran kepolisian di tiap-tiap polres untuk mendapatkan berita kegiatan, kemudian dioalah dan di-viral-kan di media sosial. Tujuannya adalah meminimalisir opini negative tentang intistusi kepolisian dan mengangkat citra Polri sebagaimana mestiya. Para pegiat Maspolin sadar bahwa Polri secara institusi adalah lembaga Negara yang terbentuk berdasar peraturan perundang-undangan, dibiaya dengan uang rakyat dengan tujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sudah sepantasnya, kita sebagai warga Negara bertanggung jawab mengawasi dan menjaga institusi kepolisian dari kerusakan dan sari setiap upaya untuk melemahkannya.

Sejarah lahirnya Maspolin tidak bisa dilepaskan  dari tokoh hebat Stanley S Sumampouw, seorang pengusaha Jakarta berdarah Manado yang sekian lama berinteraksi dengan institusi Polri. Kami kenal melalui media sosial Facebook dan sama-sama tergabung dalam Grup WhatsApp Halo Dunia Polda Jatim. Saat itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono secara aktif mewadahi para Netizen Polri dalam grup WhatsApp. Dimotori oleh seorang telenta muda, Master Serching Engine Optimizing (SEO), Mohammad Khoirul Amin dan para Netizen Polri dari Jawa Timur, Halo Dunia berkembang menjadi komuitas pecinta Polri yang aktif di media sosial dan media online.

Beberapa Kapolres dan petinggi Polri dari berbagai daerah akhirnya juga bergabung dalam Grup Halo Dunia. Saya ikut aktif menulis dan menawarkan ide untuk mengelola manajemen media serta public relation Polri. Beberapa grup Facebook dibuat dimana saya terlibat sebagai moderator dan pengurus.

Awal September 2016 Bang Stanley Sumampouw menghubungi saya secara pribadi melalui WhatsApp dan saluran telepon. Dia mengajak saya untuk membuat komunitas yang lebih greget dan universal guna mewadahi semanat dan antusiasme netizen dalam menjaga institusi Polri. Setelah melalui diskusi intensif, akhirnya kami sepakaat membentuk komunitas baru Masyarakat dan Polisi Indonesia, tepatnya tanggal 22 Sepetember 2016 dibuat Grup Facebook bernama Masyarakat dan Polisi Indonesia, diikuti Grup WhatsApp Forum Diskusi Masyarakat dan Polisi Indonesia.

Untuk lebih menguatkan komunitas, saya mengusulkan sebuah akronim MASPOLIN yang merupakan kependekan dari Masyarakat Polisi Indonesia. Saya kemukakan argument dan program ke depannya. Polisi sebagai kata sifat untuk kata benda masyarakat, yang berrarti masyarakat yang bersifat polisi, maksudnya masyarakat yang tertib, rasional, beradab dan teratur. Tanggal 29 september 2016 saya menyusun company profile maspolin dengan judul Lebih Dekat dengan Maspolin, berisi latar belakang, visi, misi dan program kerja komunitas.

Kemudian daripada itu, Bang Stanley Sumampouw meminta saya untuk membuat gambar dan logo guna dipasang di Grup Facebook maupun grup WhatsApp. Saya menawarkan beberap alternative icon, seperti gambar sketsa Polisi Hoegeng Imam Santoso dan kartun Promoter. Namun menurut Bang Stanley, gambar Hoegeng terlalu berat nanti beban moralnya. Akhirnya dipilih foto polisi naik sepeda onthel, dengan tokoh Kapolres Klaten saat itu, AKBP Faizal. Nampak merakyat dan artistic.

Untuk logo saya mengolah dari desain logo Intistusi Polri dengan modifiasi sedikit. Tanggal 4 Oktober 2016, malam hari saya ajukan logo yang saya buat dengan warna dan bentuk mirip logo kepolisian. Perisai berwarna kuning emas dan hitam, di tengahnya melintang tulisan MASPOLIN, diatasnya ada tiga bintang melambangkan Tribrata, kemudian di bawah ada pita bertuliskan Masyarakat Polisi Indoensia. Jadilah logo resmi Maspolin yang disiapkan untuk kepentingan surat menyurat dan kedinasan.

Dengan menggunakan logo mirip institusi Polri, diharpkan para pegiat Maspolin sadar bahwa mereka bagian yang tak terpisahkan dari institusi polri, wajib menjaga kehormatan dan kewibawaan korps Bhayangkara di manapun berada. Hingga saat ini, Maspolin terus berkembang dan mendapat apresiasi dari para petinggi Polri dan masyarakat luas. Kiprahnya yang agresif dalam membela institusi kepolisian dengan tanpa pamrih mendapat sambutan hanta dari para Kapolres dan jajaran petinggi di berbagai wilayah. Semoga Maspolin tetap kompak, solid dan menjaga komitmen menjadi Mitra Polri yang terpercaya.

Salam Promoter
Jakarta, 27 Januari 2017

Arief Luqman el Hakiem (Tim Pendiri dan Redaktur Pelaksana Maspolin).